Provinsi Dorong Tiga Kabupaten di Maluku Utara Capai Eliminasi Malaria

Ternate – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan eliminasi malaria di tiga kabupaten yang hingga kini belum mencapai status bebas malaria. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperkuat pencegahan, penemuan kasus, hingga penanggulangan penyakit malaria di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, mengatakan tiga daerah yang masih menjadi perhatian pemerintah adalah Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur, dan Pulau Taliabu. Pemerintah menargetkan seluruh wilayah tersebut dapat memenuhi persyaratan eliminasi malaria.

“Untuk tiga kabupaten yang belum mencapai status eliminasi malaria, akan terus kita dorong. Penilaiannya adalah apabila suatu wilayah selama tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus malaria,” kata Julys saat diwawancarai dalam kegiatan Pembentukan Komite/Tim Ahli Eliminasi Malaria Provinsi Maluku Utara di Ballroom Muara Hotel, Ternate, Rabu, 4 November 2026.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pulau Taliabu menjadi salah satu wilayah yang ditargetkan untuk mencapai status eliminasi malaria. Namun, proses pencapaiannya membutuhkan upaya berkelanjutan, terutama dalam memastikan tidak terjadi penularan malaria selama periode penilaian.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menargetkan Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Timur dapat mencapai status eliminasi malaria pada pada tahun depan. Target tersebut akan diupayakan secara bertahap sebelum kemudian dilanjutkan dengan percepatan eliminasi di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Mungkin tahun depan secara bertahap kita targetkan Halmahera Selatan dan Halmahera Timur dapat menjadi wilayah di Maluku Utara yang mencapai status eliminasi malaria. Setelah itu, yang terakhir adalah Kabupaten Pulau Taliabu,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan menilai upaya penemuan kasus secara dini, pencegahan, serta penanggulangan malaria harus lebih diintensifkan. Penguatan pengawasan di lapangan juga diperlukan agar potensi penularan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Julys menegaskan, eliminasi malaria bukan hanya menjadi target pemerintah daerah, tetapi juga bagian dari target nasional dan komitmen global dalam pengendalian penyakit tersebut. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan program berjalan secara konsisten.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penguatan sumber daya manusia kesehatan serta pelaksanaan skrining oleh petugas lapangan. Kedua upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung penemuan kasus sekaligus memastikan wilayah yang telah mencapai eliminasi tetap mampu mempertahankan statusnya.

Melalui pembentukan Komite/Tim Ahli Eliminasi Malaria Provinsi Maluku Utara, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan strategi percepatan eliminasi. Dengan demikian, target mewujudkan seluruh kabupaten di Maluku Utara bebas malaria dapat dicapai secara bertahap.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar