Ternate β Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate, Naim Syafar, mengakui jumlah armada mobil pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini masih terbatas untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah Kota Ternate.
Naim mengatakan, saat ini Damkar Kota Ternate hanya mengoperasikan lima unit armada dari total enam armada. Jumlah tersebut dinilai belum memadai sehingga pihaknya mengusulkan penambahan unit mobil pemadam kebakaran pada tahun 2027.
“Kita lihat armada atau mobil kebakaran yang ada ini masih kurang, satu mobil lagi tahap perbaikan dan harus ada penambahan armada. Kalau saya usulkan satu hingga dua unit mobil. Kita lihat situasi di tahun 2027 nanti,” kata Naim, Senin 2 November 2026.
Menurutnya, penambahan armada diperlukan untuk memperkuat fasilitas penanganan kebakaran. Terlebih, sejumlah kendaraan yang saat ini dioperasikan sudah berusia tua sehingga kerap mengalami kendala ketika diterjunkan ke lapangan.
“Kita butuhkan sekali, karena memang usia kendaraan yang sudah tua, kadang di lapangan ada hambatan. Jadi, kita butuh sarana pendukung yang memang siap,” ujarnya.
Meski hanya mengandalkan lima unit kendaraan, Naim memastikan jajarannya tetap berupaya memaksimalkan seluruh armada yang masih beroperasi untuk menjangkau lokasi kebakaran.
“Untuk penanganan kebakaran, dari lima unit ini kami maksimalkan. Alhamdulillah, sampai sekarang lima unit yang sementara beroperasi masih bisa dimanfaatkan. Jadi, yang penting mobil bisa bergerak ke lokasi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, kondisi geografis Kota Ternate menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Sebab, sekitar 50 hingga 60 persen kawasan permukiman dan lahan perkebunan masyarakat berada di wilayah dataran tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Damkar, terutama dalam mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan yang memiliki akses terbatas.
Selain penambahan mobil pemadam kebakaran, Damkar Kota Ternate juga berharap adanya perahu karet untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah perairan.
“Kalau kita di Damkar itu juga menyangkut penanganan saat kebakaran di laut, kita membutuhkan perahu karet. Itu juga kita butuhkan. Mudah-mudahan ke depan bisa diakomodir. Karena kita memang bukan cuma bergerak di darat melainkan di laut juga,” ujarnya.
Naim turut mengimbau masyarakat, baik di Pulau Ternate maupun tiga kecamatan terluar, yakni Moti, Hiri, dan Batang Dua, agar menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran di kawasan perkebunan. Mencegah kebakaran terus ditingkatkan sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan.
Sumber: RRI Ternate




































Komentar