Ternate β Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate bersama Trash Hero Ternate mendorong masyarakat mengurangi dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA Buku Deru-Deru. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus meminimalkan risiko kebakaran sampah.
Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, mengatakan berdasarkan data yang diperbarui pada November 2025, sisa makanan mendominasi komposisi sampah di Ternate sebesar 54 persen, sedangkan sampah plastik sekitar 14 persen. Menurutnya, penggunaan komposter di tingkat rumah tangga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengolah sampah organik sebelum dibuang ke TPA.
βProgram komposter ini setiap tahun sudah menjadi program rutin bagi kami. Kami juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat hingga tingkat RT dan RW agar sampah organik dapat dimanfaatkan, karena kalau sisa makanan ini bisa kita kurangi dari sumbernya, bayangkan berapa banyak beban TPA yang bisa kita kurangi,β ujar Musli seperti dilansir oleh RRI Ternate, baru-baru ini.
Perwakilan Trash Hero Ternate, Muhammad Assagaf, juga mengajak masyarakat mengolah sampah organik secara mandiri menggunakan komposter sederhana. Ia mencontohkan kerja sama dengan Kelurahan Kampung Makassar Timur pada 2025 melalui pembagian sekitar 20 komposter kepada rumah tangga.
Muhammad Assagaf turut menekankan pengurangan plastik sekali pakai dengan membiasakan penggunaan tumbler dan kotak makan, terutama di lingkungan sekolah. Ia juga mendorong produsen produk berkemasan plastik ikut berkontribusi dalam edukasi dan penanganan sampah di daerah. Ia mengajak seluruh pihak berkontribusi dalam pengelolaan sampah melalui langkah sederhana dan konsisten.
βKami dari Trash Hero insyaallah siap membantu DLH Kota untuk edukasi. Kalau kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara rutin setiap minggu, meskipun hanya satu jam, kalau diikuti banyak orang tentu dampaknya akan lebih besar,β ujarnya.
Terkait kebakaran TPA Buku Deru-Deru pada Oktober 2026, Musli menyebut area terdampak mencapai sekitar 11,4 hektare dan api menjalar hingga lapisan sampah yang lebih dalam. Ia menjelaskan, penerapan prinsip sanitary landfill, termasuk pemadatan dan penutupan sampah serta pengelolaan air lindi dan gas metana, diperlukan untuk memperbaiki pengelolaan TPA dan mengurangi risiko kebakaran.
Sumber: RRI Ternate




































Komentar