Pemkab Halbar Perkuat Kolaborasi OPD, Bidik Stunting Turun Jadi 5 Persen

Kab Halbar11 Dilihat

Halbar – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui integrasi program lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam strategi tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Halbar, Mery Popala, dilibatkan sebagai Yaya Stunting untuk mengawal pelaksanaan program sekaligus mendorong pencapaian target nasional sebesar 5 persen.

Komitmen itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Stunting dan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Halbar, Rabu 4 November 2026. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Halbar, Julius Marau, dan dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait.

Julius mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan seluruh program strategis nasional berjalan optimal. Karena itu, setiap OPD diminta mengambil peran aktif dan mengintegrasikan program sesuai tugas dan kewenangannya.

“Kita harus memastikan pelaksanaan program strategis nasional di Kabupaten Halmahera Barat berjalan dengan baik. Seluruh OPD terkait wajib memberikan dorongan aktif dan bekerja secara terintegrasi agar target-target pembangunan berkelanjutan ini dapat tercapai,” ujar Julius seusai rapat koordinasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan lembaga survei, prevalensi stunting di Halbar pada semester I 2026 tercatat sebesar 7 persen. Angka tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar 8 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah masih harus menurunkan angka tersebut untuk memenuhi target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni 5 persen.

Julius menegaskan, capaian saat ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Pemkab Halbar akan terus memperkuat intervensi dan koordinasi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai menjelang evaluasi pada 2027.

“Meskipun kita sudah melampaui target RPJMD daerah yang sebesar 8 persen, kita tidak boleh cepat puas. Angka kita masih di atas target nasional yaitu 5 persen. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menekan angka stunting ini agar target 5 persen bisa kita capai, menjelang evaluasi pada tahun 2027,” katanya.

Menurut Julius, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Keterlibatan seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat diperlukan agar intervensi yang dilakukan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam upaya tersebut, Mery Popala yang dilibatkan sebagai Yaya Stunting diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mengawal pelaksanaan program di lapangan, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Selain penanganan stunting, rapat koordinasi itu juga membahas evaluasi pelaksanaan sejumlah program strategis nasional di Halbar. Program tersebut meliputi Sekolah Rakyat, percepatan penurunan stunting, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui penguatan koordinasi lintas OPD, Pemkab Halbar berharap pelaksanaan berbagai program tersebut semakin efektif dan terintegrasi sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah maupun nasional.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar