Sanana – Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres turun ke pelabuhan regional Sanana untuk mendengar aspirasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Kegiatan tersebut berlangsung di kantor TKBM, Rabu 4 November 2026.
Selain berdialog langsung dengan anggota TKBM Kapolres juga bertatap muka dengan agen pelayaran, pedagang asongan, serta pihak terkait di kawasan pelabuhan. Turut hadir dalam agenda silaturahmi tersebut yakni, Wakapolres Kepulauan Sula, Kompol Ayub Patty, pejabat utama Polres Kepulauan Sula, Ketua TKBM Darsa Umaya. Hadir pula perwakilan agen pelayaran, Kesyahbandaran, pedagang asongan, serta sekitar 30 anggota TKBM yang terdiri dari buruh laut dan buruh darat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Kepulauan Sula, Handres mengajak seluruh elemen masyarakat pelabuhan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Khususnya dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang melalui jalur transportasi laut.
Ia juga mengimbau terkait upaya pemberantasan peredaran minuman keras (miras) yang sedang dilaksanakan Polres Kepulauan Sula. Ia mengajak para buruh, agen pelayaran, dan pedagang asongan agar tidak terlibat dalam aktivitas penyelundupan maupun peredaran narkotika, minuman keras, serta barang-barang ilegal lainnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Regional Sanana, agar turut membantu kepolisian dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang. Apabila mengetahui adanya penyelundupan narkotika, minuman keras, maupun barang ilegal lainnya, segera sampaikan informasi kepada personel KP3 pelabuhan agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Wakapolres Kepulauan Sula, Kompol Ayub Patty, mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap gangguan Kamtibmas, seperti perkelahian, pencurian, maupun tindakan lain yang meresahkan. Ia menegaskan bahwa personel Polres Kepulauan Sula siap memberikan pelayanan dan menindaklanjuti laporan masyarakat selama 1 x 24 jam.
Sementara itu, Ketua TKBM, Darsa Umaya, turut menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi para pekerja pelabuhan. Diantaranya perselisihan antara buruh dan pedagang asongan saat aktivitas bongkar muat. Juga keberadaan lapak jualan di sekitar jembatan naik turun kapal yang dinilai membahayakan keselamatan dan menghambat akses kendaraan pengangkut barang.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapospol KP3 Pelabuhan Regional Sanana untuk melakukan penertiban dan mengatur lokasi khusus bagi pedagang asongan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban, menjaga keselamatan, serta memastikan aktivitas bongkar muat dan akses keluar masuk kendaraan di kawasan pelabuhan berjalan lancar.
Melalui kegiatan ini, Polres Kepulauan Sula menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan warga, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sumber: RRI Ternate


































Komentar