BRMP Maluku Utara Perkuat Perkebunan Kelapa dan Kakao Sula

Sula – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara terus memperkuat pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sula melalui pendampingan teknis dan sinergi bersama Dinas Pertanian serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah, terutama kelapa dan kakao.

Dalam kegiatan tersebut, BRMP Maluku Utara melakukan pengawalan dan pendampingan langsung di lapangan guna memastikan penerapan teknologi serta praktik budidaya pertanian yang tepat. Pemantauan mencakup kondisi tanaman, pemeliharaan kebun, hingga identifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah serangan hama Sexava yang ditemukan di Desa Bega, Fatiba, Waiman, dan Soamole, Kecamatan Sulabesi Tengah. Selain itu, tim juga mengunjungi sejumlah lokasi persemaian dan penangkaran benih kelapa serta kakao di beberapa desa.

Pendampingan pada komoditas kelapa difokuskan pada peremajaan tanaman, teknik pemanenan yang aman, serta pengendalian hama. Sementara untuk komoditas kakao, kegiatan diarahkan pada penerapan teknik pemangkasan, pemupukan organik, dan penanganan penyakit busuk buah.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tanaman sekaligus mendorong produktivitas hasil perkebunan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan petani di Kabupaten Kepulauan Sula.

Tidak hanya berfokus pada sektor budidaya, BRMP Maluku Utara juga mendorong pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Kelapa memiliki peluang untuk diolah menjadi kopra berkualitas dan minyak kelapa murni, sedangkan kakao diarahkan pada peningkatan mutu biji melalui penanganan pascapanen dan proses fermentasi agar memenuhi standar kebutuhan industri.

Di sisi lain, penguatan koordinasi antara penyuluh pertanian dan kelompok tani terus dilakukan untuk mengidentifikasi serta mencari solusi atas berbagai persoalan perkebunan. Meski demikian, pengembangan sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, keterbatasan sarana pengolahan pascapanen, hingga kendala mobilitas antarpulau.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan jajaran penyuluh pertanian, BRMP Maluku Utara berkomitmen mendukung modernisasi pertanian berbasis potensi lokal.

Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani, memperkuat daya saing komoditas kelapa dan kakao, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan produk perkebunan bernilai tambah.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar