GAMKI Halbar Serukan Perdamaian, Desak Polda Malut Redam Ketegangan di Bumi ‘Fagogoru’

Pertambangan93 Dilihat

Sekretaris DPC GAMKI Halbar, (Foto:RR/HM).

Sekretaris DPC GAMKI Halbar, (Foto:RR/HM).

Halbar — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Cabang Halmahera Barat (Halbar), menyerukan pesan damai kepada seluruh masyarakat Maluku Utara sebagai respons atas meningkatnya ketegangan sosial yang terjadi di Halmahera Tengah, Jumat (3/4/2026).

Dalam pernyataan resminya, GAMKI Halbar mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mengedepankan dialog dan nilai-nilai persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Organisasi kepemudaan ini menilai bahwa konflik, dalam bentuk apa pun, hanya akan merugikan masyarakat secara luas dan mengancam harmoni yang selama ini terjaga.

Sekretarus GAMKI Halbar, Risnal Ray menegaskan bahwa situasi yang berkembang saat ini harus disikapi dengan kepala dingin dan hati yang terbuka.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Halmahera Tengah, untuk tidak terpancing emosi. Mari kita kedepankan semangat damai, saling menghargai, dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

GAMKI juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Maluku Utara, seperti semangat persaudaraan, gotong royong, dan saling menghormati dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai benteng utama dalam mencegah konflik horizontal yang dapat memecah belah masyarakat.

Selain itu, GAMKI Halbar mengimbau generasi muda agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Peran pemuda, menurut mereka, sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.

“Kami percaya bahwa Maluku Utara adalah rumah bersama. Perbedaan bukan alasan untuk berkonflik, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi. Mari kita jaga daerah ini tetap damai untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, GAMKI juga mendorong pemerintah daerah, Polda Maluku Utara, dan tokoh masyarakat untuk segera memfasilitasi ruang dialog terbuka, guna meredakan ketegangan dan mencari jalan keluar yang adil serta bermartabat bagi semua pihak.

“Seruan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama, dan hanya dengan kebersamaan serta sikap saling menghargai, Maluku Utara dapat tetap menjadi daerah yang aman, rukun, dan harmonis,” tutup Risnal.


Reporter: Tiklas Babua

nama-iklan

Komentar