Harita Nickel Bangun Jembatan Akelamo Pulau Obi

Pertambangan18 Dilihat

Halsel – Setelah puluhan tahun menjadi tantangan berat bagi warga Desa Kawasi dan Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan, akses penyeberangan di Sungai Akelamo kini resmi teratasi. Sejak awal tahun 2025, Jembatan Sungai Akelamo mulai beroperasi dan membuka konektivitas darat yang selama ini terhambat arus deras serta cuaca ekstrem.

Sungai Akelamo dikenal sebagai sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Obi, sekaligus menjadi satu-satunya jalur keluar air dari Danau Karo. Perannya yang vital bagi kehidupan masyarakat tak sebanding dengan kemudahan akses yang tersedia sebelumnya. Warga harus mengandalkan jembatan ponton sederhana yang dioperasikan secara manual dengan kapasitas terbatas, terutama untuk mengangkut hasil perkebunan dan kebutuhan logistik antardesa.

Kini, jembatan permanen sepanjang 105 meter dengan lebar 20 meter tersebut berdiri kokoh dan menjadi penghubung utama antara Desa Kawasi dan Desa Soligi. Infrastruktur ini dibangun atas dukungan Harita Nickel sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan wilayah lingkar tambang.

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, mengungkapkan perubahan signifikan yang dirasakan warganya sejak jembatan tersebut beroperasi. Ia menuturkan, masyarakat sebelumnya harus menunggu kondisi arus sungai dan cuaca membaik sebelum berani melintasi.

“Sekarang akses jauh lebih aman, cepat, dan efisien. Petani dan pedagang tidak lagi kesulitan membawa hasil bumi. Bahkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan juga semakin mudah,” ujarnya, Minggu 28 Februari 2026.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa. Ia menilai kehadiran jembatan ini membuka peluang kolaborasi ekonomi yang lebih luas antara kedua desa. Menurutnya, pedagang dari Soligi dan Kawasi kini dapat berjualan bersama tanpa terkendala akses transportasi.

“Sekarang akses darat sudah terbuka. Ini kesempatan bagi warga untuk saling bekerja sama dan memperkuat perekonomian desa,” katanya.

Dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut juga datang dari Perkumpulan Telapak. Asesor sosial Perkumpulan Telapak, Mohammad Djufryhard, menyebut jembatan ini membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Ia membandingkan pengalamannya saat berkunjung ke Pulau Obi pada tahun 2023, ketika masih harus menyeberang menggunakan jembatan ponton, dengan kondisi tahun 2025 yang jauh lebih baik. Menurutnya, jembatan permanen ini mempermudah mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan.

“Bagi kami ini menjadi nilai tambah yang diberikan perusahaan, terutama dalam aspek infrastruktur yang terus meningkat setiap tahun,” ucapnya.

Jembatan Sungai Akelamo menjadi fasilitas kedua yang dibangun perusahaan tersebut di wilayah Desa Soligi dan sekitarnya. Pada tahun 2024, Harita Nickel juga meresmikan jembatan lain di kawasan Desa Soligi dengan nilai investasi mencapai Rp1,25 miliar.

Kepala Hubungan Eksternal Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kolaborasi yang baik dengan masyarakat menjadi kunci terwujudnya pembangunan ini. Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah lingkar tambang,” ujarnya.

Beroperasinya Jembatan Sungai Akelamo diharapkan menjadi urat nadi baru perekonomian pesisir barat dan selatan Pulau Obi, sekaligus mengakhiri isolasi darat yang selama puluhan tahun membatasi aktivitas warga.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar