Halsel – Suasana area komersial permukiman baru Desa Kawasi berubah semarak setiap menjelang waktu berbuka puasa. Aroma beragam takjil berpadu dengan ramainya interaksi warga menjadikan kawasan tersebut bukan sekadar pasar sore, melainkan pusat denyut ekonomi baru selama Ramadan.
Kemeriahan ini merupakan bagian dari inisiatif “Sapa Ramadan” yang digagas oleh Harita Nickel. Program tersebut sukses menggerakkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menghadirkan ruang interaksi sosial yang inklusif bagi masyarakat.
Setiap sore, ratusan warga bersama karyawan perusahaan memadati deretan stan takjil dan sembako. Pada Sabtu 28 Februari 2026 antusiasme pengunjung semakin tinggi berkat program potongan harga 50 persen untuk seluruh produk. Kebijakan diskon ini menjadi pemicu lonjakan transaksi dan mempercepat perputaran uang di kawasan tersebut.
Sejumlah pengunjung mengaku terbantu dengan kehadiran bazar tersebut. Selain memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mereka juga bisa menikmati aneka kuliner khas Ramadan yang mengingatkan pada kampung halaman.
Menariknya, bazar ini tidak hanya diramaikan umat Muslim. Warga non-Muslim pun turut hadir dan menikmati suasana, menjadikan Sapa Ramadan sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas di Kawasi.
Omzet Pedagang Meningkat Signifikan
Bagi pelaku UMKM, lonjakan pengunjung berdampak langsung pada peningkatan pendapatan. Tina Nomor, pedagang lauk-pauk dan ketupat, mencatat omzet rata-rata mencapai Rp1 juta per hari sejak bazar dibuka.
Kakak beradik penjual takjil, Mila dan Tika, bahkan mampu meraup lebih dari Rp1,5 juta dalam sehari. Mereka mengaku program subsidi diskon dari perusahaan membuat dagangan cepat habis.
“Baru satu jam buka sudah hampir ludes. Subsidi ini sangat membantu menambah penghasilan kami. Semoga bisa terus ramai sampai akhir Ramadan,” ujar Mila.
Community Development Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bazar tersebut melibatkan 35 pedagang takjil dan 10 pedagang sembako lokal. Pada hari biasa, transaksi harian berkisar antara Rp18 juta hingga Rp20 juta. Namun saat diskon 50 persen diberlakukan, nilainya melonjak hingga menyentuh Rp50 juta per hari.
Menurutnya, mekanisme subsidi dilakukan dengan memastikan pedagang tetap menerima pembayaran penuh sesuai harga normal untuk akumulasi penjualan Rp500 ribu pertama.
“Program ini kami gelar dua kali selama Sapa Ramadan. Tujuannya menebar kebahagiaan sekaligus memberikan stimulus ekonomi langsung bagi mitra UMKM,” ucapnya.
Program pemberdayaan ekonomi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan di wilayah lingkar operasional. Sebelumnya, Harita Nickel juga menggelar bazar sembako murah di Desa Soligi bekerja sama dengan majelis taklim dan kelompok PKK setempat. Seluruh hasil penjualan bahkan dihibahkan sebagai tambahan modal usaha bagi mitra lokal.
Hingga akhir Ramadan, berbagai kegiatan sosial terus digulirkan, mulai dari santunan untuk anak yatim hingga bantuan bagi lansia. Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan perputaran ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dengan geliat transaksi yang terus meningkat dan partisipasi masyarakat yang tinggi, kawasan komersial Kawasi kini menunjukkan potensi besar sebagai pusat ekonomi baru di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Sumber: RRI Ternate












Komentar