Gema Program Sherly-Sarbin di Masjid Raya Shaful Khairaat

Sofifi – Matahari mulai condong ke ufuk barat di langit Sofifi, namun kesibukan di Masjid Raya Shaful Khairaat justru baru dimulai.

Di bawah kubahnya yang megah, aroma hidangan berbuka mulai tercium, menyapa siapa saja yang melangkah masuk. Ramadan 2026 di ibu kota Maluku Utara ini terasa berbeda, ia hadir dengan wajah yang lebih dari sekadar tempat sujud, ia hadir sebagai “rumah.

Tahun ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengusung semangat baru bertajuk “Ramadan Ceria Bersama Sherly-Sarbin”. Sebuah inisiatif yang lahir dari keinginan sederhana namun mendalam, memastikan tak ada perut yang lapar dan tak ada raga yang terlunta saat waktu berbuka tiba.

Bukan Sekadar Persinggahan
Bagi seorang musafir, perjalanan jauh seringkali menyisakan lelah yang tak berujung. Memahami hal itu, Ketua DKM, Marwan Polisiri, bergerak lebih jauh dari sekadar menyediakan air minum.

“Kami ingin jamaah beribadah dengan tenang. Selain buka puasa dan makan malam, kami menyiapkan 16 unit tempat tidur yang kami prioritaskan untuk para musafir. Mereka juga tak perlu risau soal sahur, semua sudah kami siapkan,” tutur Marwan.

Layanan ini menjadi oase di tengah kesibukan Sofifi sebagai pusat pemerintahan. Fasilitas tidur ini bukan sekadar benda mati, melainkan simbol keramahan Maluku Utara yang ingin ditonjolkan oleh Pemprov Malut di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe.

Meski tampak istimewa, Marwan yang juga menjabat sebagai Kadis Nakertrans Malut ini merendah. Baginya, melayani adalah nafas rutin masjid ini setiap tahunnya. Namun, Ramadan kali ini dirancang lebih menyentuh, lebih terbuka, dan lebih berupaya merangkul semua kalangan tanpa kecuali

“Ini bagian dari upaya kami melayani masyarakat. Momentum untuk memperkuat kepedulian sosial,” tambahnya.

Saat azan magrib berkumandang nanti, Masjid Raya Shaful Khairaat bukan hanya akan dipenuhi oleh deru doa, tapi juga oleh senyum para musafir dan warga yang menemukan kehangatan keluarga di selasar masjid.

Bagi Marwan dan pengurus DKM, jika ada satu doa yang ingin mereka dengar, itu adalah doa dari para jamaah yang merasa terbantu dan nyaman selama beribadah di sana.

Sebuah permintaan maaf pun terselip di akhir kalimatnya, berjaga-jaga jika pelayanan mereka belum sempurna di mata manusia, meski telah diupayakan maksimal demi Sang Pencipta.


Reporter: Ical

nama-iklan

Komentar