Ternate – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara tengah melakukan penyelidikan insiden terbaliknya satu unit kapal tongkang bermuatan ore nikkel di perairan reklamasi Jetty PT. IWIP, Kabupaten Halmahera Tengah. Kapal tersebut tenggelam pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar Pukul 02.00 WIT di sekitar perairan reklamasi Jetty PT. IWIP, Desa Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
Kapal dengan nama TB. Bahar 98 ini, diketahui milik PT Prima Dharma Karsa dengan GR: 174/3419 yang dinakhodai Firdian Agustinus dan mengangkut nickel ore sebanyak 8,007.85 WMT.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Azhari Juanda melalui Kasubdit Gakkum, Kompol Riki Arinanda saat dikonfirmasi menyatakan, dalam insiden terbaliknya kapal tongkang atau kapal TB. Bahar 98 ini pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya faktor kelalaian atau tidak. Kompol Riki yang juga mantan Wakapolres Ternate ini menjelaskan, pihaknya telah menjadwalkan panggilan klarifikasi kedua kepada sejumlah pihak.
“Hingga saat ini baru satu orang pihak kapal yang telah dimintai keterangan oleh tim penyidik dan permintaan keterangan tersebut dilakukan sambungan telepon. Untuk pihak Syahbandar Kabupaten Halmahera Tengah tidak menutup kemungkinan dipanggil. Yang pasti pihak Syahbandar ini dipanggil atau tidak tergantung dalam proses penyelidikan. Karena yang jelas, fokus kami adalah soal ada kelalaian atau tidak,” katanya, tegas.
Kapal TB. Bahar 98 mulai berlayar dari pelabuhan Pagimana, Sulawesi Tengah menuju jetty PT IWIP dengan muatan ore nikel. Dalam perjalanan, tepatnya di perairan Obi, kapal mengalami cuaca buruk disertai gelombang besar yang menghantam tongkang. Bagian lambung tongkang tersebut mengalami retak dan terjadi kebocoran dan mulai kemasukan air hingga miring.
Meski miring, kapal tetap melanjutkan perjalanan menuju area tujuan dan pada hari 15 maret 2026, sekitar Pukul 02.00 WIT. Setibanya di seputaran perairan reklamasi Jetty PT. IWIP, kondisi tongkang semakin tidak stabil sehingga muatan ore nikel tumpah ke laut.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa. Meski begitu kerugian yang belum bisa ditaksir karena muatan ore nikel sebanyak 8,007.85 WMT.
Sumber: RRI Ternate











Komentar