Morotai – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai, Polda Maluku Utara, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam dengan menggelar apel gelar pasukan dan peralatan bersama unsur TNI-Polri serta instansi terkait, Rabu (4/11/2026).
Apel yang dipimpin langsung Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, mulai pukul 16.45 WIT.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga kondisi darurat lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Dedi Wijayanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Seluruh personel harus memiliki kemampuan, kesiapan fisik, serta pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas masyarakat, kerugian ekonomi, hingga korban jiwa.
Karena itu, kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana perlu dibangun sejak dini agar proses evakuasi, penyelamatan, serta penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh kita anggap remeh. Wilayah kita memiliki potensi berbagai bencana yang harus menjadi perhatian serius, seperti banjir, tanah longsor, serta bencana alam lainnya,” tegasnya.
Kapolres juga meminta seluruh personel memastikan kondisi peralatan dan kendaraan operasional selalu siap digunakan, terutama untuk mendukung proses evakuasi dan penyelamatan korban ketika terjadi bencana.
“Seluruh personel dan peralatan harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan, khususnya dalam mendukung kegiatan evakuasi, penyelamatan, serta penanganan masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Dedi menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam penanggulangan bencana. Sebab, penanganan keadaan darurat membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan, tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap tahapan penanganan, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi warga, pertolongan korban, hingga pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Melalui koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Basarnas, Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Kesehatan, serta seluruh instansi terkait, kita harus mampu memberikan bantuan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dalam apel tersebut, sejumlah personel gabungan turut mengikuti pemeriksaan pasukan. Mereka terdiri atas unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Brimob Kompi IV Morotai, Satuan Samapta, Satuan Pengamanan Objek Vital, gabungan Reskrim dan Intelkam, Satpol PP, Basarnas, serta Dinas Kesehatan.
Selain pemeriksaan personel, sejumlah kendaraan operasional dan sarana pendukung penanganan keadaan darurat juga disiagakan di lingkungan Mapolres Pulau Morotai.
Apel tersebut turut dihadiri Wakapolres Pulau Morotai KOMPOL Safrudin Djafar, S.Sos., para pejabat utama Polres Pulau Morotai, serta perwakilan instansi terkait. Bertindak sebagai perwira apel AKP Bahrun Hi. Syaban, sementara komandan apel dipercayakan kepada IPDA Nasrullah, S.H., M.Pd.
Kapolres berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme seluruh personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Ia juga mengingatkan agar koordinasi lintas instansi terus diperkuat sehingga setiap unsur dapat bergerak secara responsif dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
Kesiapsiagaan ini menjadi perhatian penting mengingat karakteristik Kabupaten Pulau Morotai sebagai wilayah kepulauan yang memiliki sejumlah potensi risiko bencana, termasuk cuaca ekstrem, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan keselamatan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
Kapolres turut mengapresiasi dukungan seluruh unsur TNI-Polri, Basarnas, Satpol PP, pemadam kebakaran, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait dalam memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Pulau Morotai.
Apel gelar pasukan dan peralatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Pulau Morotai menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan personel dan sarana pendukung, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor demi memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Polres Pulau Morotai juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta segera melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian melalui Call Center Polri 110.
Sumber: Topikberita


































Komentar