Bupati Ubaid Minta Perusahaan Tambang di Haltim Antisipasi Banjir dan Longsor

Haltim – Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, meminta perusahaan tambang mengantisipasi potensi bencana menjelang perubahan musim. Ia mengingatkan aktivitas pertambangan perlu disertai langkah mitigasi, baik menghadapi kebakaran hutan maupun ancaman banjir dan longsor.

Peringatan tersebut disampaikan Ubaid menyusul kemarau panjang yang melanda Halmahera Timur. Selain memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi tersebut juga meningkatkan perhatian terhadap potensi bencana saat musim hujan.

“Saya ingatkan kepada kita semua, terutama seluruh perusahaan pertambangan di Halmahera Timur agar melakukan mitigasi Karhutla yang saat ini cukup marak terjadi di Haltim,” kata bupati Ubaid, Senin 2 November 2026.

Ubaid mengaku prihatin dengan sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Halmahera Timur. Menurutnya, kondisi cuaca panas saat ini harus menjadi perhatian bersama melalui langkah pencegahan sejak dini.

“Ketika hari ini masih dalam kondisi panas, atau musim panas, tentu ada sesuatu yang harus kita mitigasi,” ujarnya.

Selain karhutla, Ubaid mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi ketika wilayah tersebut memasuki musim penghujan. Ia menyoroti risiko banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan yang rawan terdampak.

“Nanti ketika kita masuk di musim penghujan itu pasti terjadi, itu sudah pasti terjadi longsor, terjadi banjir dan yang sangat luar biasa itu harus kita pastikan dari sekarang,” katanya menambahkan.

Karena itu, Ubaid meminta perusahaan tambang tidak menunda langkah pencegahan hingga musim hujan tiba. Perhatian khusus perlu diberikan pada area pertambangan yang bersinggungan langsung dengan akses transportasi masyarakat.

“Karena itu, kami mengimbau pihak industri pertambangan yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan jalan protokol, jalan utama, maupun jalan yang dilalui masyarakat agar segera melakukan perbaikan dan langkah-langkah pencegahan sejak sekarang, sebelum memasuki musim hujan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan kondisi tanah, bebatuan, dan pepohonan di sekitar kawasan rawan perlu mendapat perhatian. Perusahaan diminta segera mengambil tindakan karena kondisi lingkungan yang kering berpotensi meningkatkan kerawanan saat hujan turun.

“Jangan tunggu musim hujan, karena sudah pasti batuan, tanah, pohon-pohon yang di sekitarnya itu pasti sudah labil karena kering dan berpotensi terjadi bencana. Harus segera ambil langkah,” ujarnya tegas.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar