Ternate β Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar pasar murah untuk menekan lonjakan harga cabai rawit di Kota Ternate. Harga komoditas tersebut sempat menembus Rp190 ribu per kilogram di pasaran.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah menggelar pasar murah selama enam hari, mulai Senin, 2 November 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Maluku Utara M. Ronny Saleh mengatakan, pasar murah digelar atas arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk mengendalikan harga cabai rawit yang terus melonjak.
βDalam rangka menekan tingginya harga cabai rawit di Pasar Kota Ternate, hari ini dan sampai enam hari ke depan kami gelar pasar murah atas arahan Gubernur Sherly Tjoanda,β ujar Ronny, Senin, 2 November 2026.
Menurut Ronny, intervensi harga diperlukan agar masyarakat tetap dapat membeli cabai rawit dengan harga terjangkau di tengah lonjakan harga di pasar.
Dalam pelaksanaan pasar murah, harga cabai rawit yang semula dijual Rp110 ribu per kilogram pada pagi hari mulai turun menjadi Rp100 ribu per kilogram menjelang siang.
Selain melalui Disperindag, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menggelar gebyar pasar murah dan pangan murah melalui Dinas Pangan.
Kegiatan tersebut dipusatkan di sekitar Pasar Higienis Ujung Pandara Kananga dan Pasar Bastiong, Kota Ternate.
Pemerintah daerah berharap kegiatan pasar murah dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi.
Lonjakan harga cabai rawit menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dengan pelaksanaan pasar murah selama enam hari, pemerintah berharap harga cabai rawit di pasaran dapat kembali terkendali.
Sumber: RRI Ternate




































Komentar