Ternate – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).
Pelaksanaan Musdalub ini merupakan bagian dari percepatan konsolidasi organisasi sekaligus persiapan menghadapi Pemilu 2029 yang berlangsung di ballroom Hotel Bella, Ternate, Senin (2/11/2026).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musdalub bukan disebabkan persoalan internal kepengurusan, melainkan merupakan langkah percepatan masa kepengurusan yang telah disepakati bersama para ketua DPD.
Menurut Herman, pada periode sebelumnya Partai Demokrat mengalami keterlambatan konsolidasi akibat pandemi COVID-19 dan dinamika politik internal terkait upaya pengambilalihan kepemimpinan partai. Kondisi tersebut membuat proses penguatan organisasi membutuhkan waktu lebih panjang.
Karena itu, memasuki periode kepengurusan berikutnya, DPP Demokrat memandang perlu dilakukan percepatan agar seluruh struktur organisasi lebih siap menghadapi tahapan Pemilu 2029.
“Di dalam AD/ART disebutkan bahwa salah satu yang dikategorikan Musyawarah Daerah Luar Biasa adalah melakukan percepatan. Ini merupakan persetujuan dengan para ketua DPD,” ujar Herman.
Ia menegaskan, pelaksanaan Musdalub tetap berpedoman pada AD/ART dan peraturan organisasi Partai Demokrat. Dengan demikian, mekanisme tersebut merupakan langkah organisatoris untuk mempercepat konsolidasi partai.
Selain menjadi momentum konsolidasi, Musda V juga diarahkan untuk melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan perjuangan dan memperkuat eksistensi Partai Demokrat di Maluku Utara.
Herman menyebut kepemimpinan sebelumnya di bawah Bung Ramhi telah memberikan ruang bagi proses kaderisasi. Salah satu hasilnya adalah munculnya Nasri Abubakar yang didorong sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara.
Nasri telah melewati proses verifikasi oleh tim Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) serta mendapatkan dukungan secara aklamasi untuk diusung sebagai bakal calon ketua.
Meski demikian, Herman menjelaskan bahwa penetapan sebagai calon tunggal dalam persidangan Musda belum otomatis menjadikan Nasri sebagai ketua DPD terpilih. Hasil persidangan nantinya akan diusulkan kepada DPP untuk mendapatkan keputusan dari Ketua Umum Partai Demokrat.
“Setelah nanti ditetapkan Pak Nasri Abubakar dalam sidang-sidang sebagai calon ketua, karena sebelumnya adalah bakal calon, maka diusulkan ke DPP untuk selanjutnya ditetapkan oleh ketua umum sebagai ketua DPD terpilih,” jelasnya.
Terkait masa transisi kepemimpinan, Herman menjelaskan bahwa setelah kepengurusan lama dinyatakan demisioner, BPOKK akan mengambil alih sementara kendali organisasi hingga proses penetapan ketua DPD yang baru selesai.
Meski demikian, Bung Ramhi tetap diberikan ruang untuk menjalankan kegiatan organisasi yang tidak berkaitan dengan kebijakan strategis, terutama yang menyangkut sistem keuangan dan administrasi kepartaian. Langkah ini dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan selama masa peralihan kepemimpinan.
Herman berharap kepemimpinan baru Demokrat Maluku Utara nantinya mampu memperkuat konsolidasi hingga ke seluruh kabupaten/kota sekaligus meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
Salah satu target yang ingin dicapai adalah merebut satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku Utara. Selain itu, Demokrat juga membidik penambahan kursi di DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.
Menurut Herman, target tersebut cukup realistis mengingat Demokrat pernah memiliki kejayaan politik di Maluku Utara, termasuk pernah menjadi pimpinan DPRD provinsi.
“Kalau kita punya tujuan, paling tidak kami ingin mendapatkan satu kursi DPR RI. Ini suatu hal yang realistis. Kami juga ingin menambah kursi, idealnya sesuai dengan jumlah dapil plus,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Demokrat akan mengaktifkan kembali para pendukung dan loyalis lama yang selama ini kurang aktif, sekaligus memperkuat pendekatan politik di tingkat akar rumput. Herman optimistis Nasri Abubakar mampu merangkul seluruh kekuatan kader dan membawa Demokrat kembali kompetitif di Maluku Utara.
Dalam kesempatan itu, Herman juga menegaskan bahwa Partai Demokrat membuka peluang bagi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, kalangan profesional hingga kepala daerah untuk bergabung dan berjuang bersama partai tersebut.
Ia secara khusus menyinggung komunikasi politik dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang selama ini disebut berjalan baik dan intens.
“Kami punya komunikasi yang baik dengan Bu Sherly, kami juga punya komunikasi yang sangat intens. Bukan hanya Bu Sherly, yang lain-lain jika memang membuka komunikasi dan mau bersama-sama berjuang dengan Partai Demokrat, kami siap memberikan karpet biru,” ungkapnya.
Terkait peluang dukungan kepada Sherly untuk periode kepemimpinan berikutnya, Herman menyatakan Demokrat akan melihat keberhasilan seorang pemimpin dalam membangun daerah serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Selama kepemimpinan itu bisa membawa kebaikan untuk rakyat, bisa membangun wilayahnya dengan baik dan dicintai oleh rakyatnya, kita akan dukung sepenuhnya,” tuturnya.
Melalui Musda V tersebut, Demokrat berharap dapat melahirkan kepemimpinan yang solid dan mampu memperkuat organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Kepemimpinan baru diharapkan menjadi motor penggerak konsolidasi partai sekaligus mengembalikan kekuatan politik Demokrat di Maluku Utara menjelang Pemilu 2029.
Reporter: HM0-Iksan




































Komentar