Ternate – Proyek pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara senilai Rp41,191 miliar di Jalan Makugawene, Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate, menjadi perhatian setelah pihak humas mengakui adanya potensi temuan dalam pekerjaan tersebut. Pengakuan itu disampaikan saat proyek yang telah dinyatakan selesai pada Desember 2025 justru belum juga difungsikan dan kini berada dalam masa pemeliharaan.
Gedung berlantai yang dikerjakan PT Citra Karunia melalui APBN 2025 itu merupakan pekerjaan Tahap II dengan kode anggaran Wa. 7099.EBB.971.051.OA.533121. Secara administrasi, proyek tersebut telah dinyatakan rampung. Namun berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan terlihat belum sepenuhnya tuntas.
Beberapa tiang tampak belum rapi, ditemukan kebocoran pipa air di area toilet, serta bagian plafon yang terlihat kurang kokoh. Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik, mengingat anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Humas Kanwil Kemenkum Malut, Irwan, saat dikonfirmasi Rabu (25/02/2026), membenarkan bahwa pekerjaan fisik telah selesai sejak akhir tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa saat ini proyek masih dalam tanggung jawab kontraktor selama enam bulan masa pemeliharaan.
“Kontraktor masih menjalankan pemeliharaan sebagai evaluasi kinerja selama 6 bulan. Jadi kalau ada yang kurang sedikit, seperti tegel pecah atau AC kurang dingin, pelaksana berkewajiban memperbaiki. Tapi status pekerjaan sudah selesai,” ujar Irwan.
Terkait kondisi struktur yang terlihat retak pada beberapa bagian tiang serta rangka plafon yang terbuka, ia memberikan penjelasan bahwa hal tersebut bukan persoalan mendasar pada konstruksi.
“Soal beberapa tiang sudah retak itu mungkin perbaikan pipa yang bocor, dan untuk rangka plafon itu modelnya begitu,” klaimnya.
Proyek tersebut juga telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada pekan lalu. Meski hasil audit resmi belum dipublikasikan, pihak Kanwil Kemenkum Malut mengakui adanya potensi catatan dalam pemeriksaan.
“Pasti ada temuan, karena namanya proyek tetap ada temuan, tapi sudah selesai,” tandas Irwan.
Hingga berita ini diturunkan, gedung yang dibangun menggunakan anggaran negara itu masih kosong dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera ditempati, sementara masa pemeliharaan oleh kontraktor masih terus berjalan.
Reporter: Eris












Komentar