Ternate – Realisasi investasi di Maluku Utara mencapai Rp96 triliun hingga September 2026. Namun, besarnya arus modal yang masuk belum sepenuhnya diikuti pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah provinsi pun meluncurkan Gerbang Investasi untuk memperluas akses informasi peluang usaha sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe meluncurkan platform tersebut dalam rangkaian North Malukuβs Investment Business Forum 2026, Kamis, 29 Oktober 2026. Gerbang Investasi diharapkan menjadi pintu informasi bagi calon investor untuk mengenali potensi ekonomi provinsi maupun kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Data yang disampaikan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ikhwan, menunjukkan realisasi investasi Maluku Utara hingga September 2026 telah melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar Rp90,7 triliun.
Pada Januari-September 2026, Maluku Utara menempati peringkat kelima nasional dalam realisasi investasi, peringkat ketiga untuk penanaman modal asing, dan peringkat kedua dalam investasi hilirisasi.
Di tingkat nasional, realisasi investasi pada periode yang sama mencapai Rp1.539,2 triliun, tumbuh 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi hilirisasi menyumbang Rp480 triliun atau sekitar 31,2 persen dari total investasi nasional.
Meski mencatat pertumbuhan investasi yang tinggi, Sarbin mengakui manfaat ekonomi yang dihasilkan belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan investasi tidak berhenti pada peningkatan angka pertumbuhan dan aktivitas industri.
βKita bangga Maluku Utara dalam pencapaian peningkatan angka-angka kuantitasnya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga merasakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu belum inklusif, belum dirasakan,β ujar Sarbin.
Pernyataan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di tengah besarnya investasi yang masuk, terutama ke industri pengolahan mineral. Pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas pengusaha lokal, serta terbukanya kesempatan bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah untuk masuk ke rantai pasok industri.
Nurul Ikhwan menjelaskan, sekitar 87 persen investasi di Maluku Utara masih terkonsentrasi pada industri logam dasar. Lebih dari 95 persen investasi tersebut berasal dari penanaman modal asing.
Konsentrasi investasi pada industri logam dasar menunjukkan besarnya peran sektor tersebut dalam perekonomian Maluku Utara. Namun, tantangan berikutnya adalah memperluas dampak ekonominya melalui pengembangan industri lanjutan, industri pendukung, logistik, dan jasa industri.
Keterlibatan pemasok lokal dan tenaga kerja daerah juga perlu diperkuat agar aktivitas industri tidak hanya bergantung pada modal dan jaringan usaha dari luar daerah.
Sarbin mengatakan pemerintah provinsi berkomitmen memperbaiki iklim investasi melalui peningkatan pelayanan perizinan, penyederhanaan birokrasi, keterbukaan informasi, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota maupun pemerintah pusat.
Dalam konteks itu, Gerbang Investasi diharapkan memudahkan calon investor memperoleh informasi mengenai potensi dan peluang usaha. Namun, penyediaan informasi perlu diikuti dengan pelayanan yang efektif dan kepastian tindak lanjut agar peluang yang ditawarkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi nyata.
Pemerintah daerah juga mendorong kemitraan antara investor, perusahaan besar, koperasi, UMKM, dan pengusaha lokal. Kemitraan tersebut diharapkan membuka akses pelaku usaha daerah terhadap kebutuhan barang dan jasa industri, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka untuk bersaing dalam rantai pasok.
βKita ingin suatu saat semuanya bisa dituai terbaik. Kita tidak merasa tersisihkan, dan tidak ada yang merasa jadi penonton di negerinya sendiri,β kata Sarbin.
Peluncuran Gerbang Investasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas promosi ekonomi Maluku Utara. Tantangan berikutnya adalah memastikan keterbukaan informasi dan kemudahan berusaha berjalan seiring dengan pemerataan manfaat investasi, sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat.
Sumber: RRI Ternate



































Komentar