Ternate β Kehadiran Komando Daerah Militer (Kodam) di Maluku Utara diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.
Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat menyambut kedatangan Panglima Kodam (Pangdam) pertama Maluku Utara, Mayjen TNI Nefra Firdaus, bersama istrinya, Feny Firdaus, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sarbin mengatakan, keberadaan Kodam menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah. Menurut dia, sinergi kedua institusi dibutuhkan untuk menjawab persoalan pembangunan, terutama pemerataan infrastruktur dan pelayanan publik.
βKehadiran Kodam menjadi arsitek penting bagi pembangunan Maluku Utara di masa yang akan datang,β kata Sarbin dalam sambutannya.
Dia menjelaskan, Maluku Utara memiliki delapan kabupaten dan dua kota dengan wilayah administratif yang tersebar di sejumlah pulau. Kondisi geografis ini membuat pemerataan pembangunan membutuhkan kerja sama lintas sektor, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antardaerah.
Sarbin mengapresiasi kontribusi TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), termasuk pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah wilayah. Program tersebut dinilai turut membantu pemerintah daerah membuka akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
Menurut Sarbin, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara juga perlu diikuti peningkatan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat secara merata. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian ekonomi, tetapi harus menjangkau masyarakat di berbagai pulau.
Selain infrastruktur, ia menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sarbin juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Maluku Utara. Ia menyebut warisan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan sebagai bagian dari sejarah peradaban yang membentuk kehidupan sosial masyarakat.
Di akhir sambutannya, Sarbin berharap kehadiran Pangdam pertama dapat mempererat hubungan kelembagaan antara TNI dan pemerintah daerah. Ia juga menyinggung pentingnya pengembangan Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program nyata, terutama untuk menjawab tantangan konektivitas, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara.
Sumber: RRI Ternate


































Komentar