Sofifi β Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat koordinasi tujuh unit pelaksana teknis (UPT) laboratorium di kawasan Regional Manado untuk meningkatkan kualitas pengujian obat dan makanan. Evaluasi dilakukan di Balai POM di Sofifi, Maluku Utara, pada 27β28 Oktober 2026.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Regionalisasi Laboratorium tersebut menjadi forum untuk menilai capaian pengujian sepanjang 2026, mengidentifikasi kendala teknis dan operasional, serta menyusun strategi peningkatan kinerja laboratorium pada tahun mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Kie Raha Balai POM di Sofifi itu digelar secara hybrid. Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM, Mimin Jiwo Winanti, hadir langsung bersama para pimpinan UPT dan perwakilan anggota Regional Manado.
Regional Manado mencakup tujuh UPT, yakni Balai Besar POM di Manado, Balai Besar POM di Palu, Balai Besar POM di Gorontalo, Balai POM di Sofifi, Balai POM di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Loka POM di Kabupaten Banggai, dan Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai.
Kepala Balai POM di Sofifi, Ermanto Siahaan, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antarlaboratorium. Apalagi, untuk pertama kalinya Balai POM di Sofifi menjadi tuan rumah Monev Regionalisasi Laboratorium Regional Manado dengan kehadiran langsung Kepala PPPOMN.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Manado sekaligus Koordinator Regional Manado, Hermanto, mengapresiasi partisipasi seluruh UPT dalam kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun daring.
Dalam arahannya, Mimin Jiwo Winanti menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kapasitas laboratorium untuk menjawab tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin berkembang.
Menurut dia, kualitas pengujian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis laboratorium, tetapi juga konsistensi penerapan sistem verifikasi terhadap hasil pengujian.
βSelain inovasi untuk menjamin validitas hasil pengujian, penerapan tiga lapis verifikasi harus dilakukan secara konsisten,β kata Mimin.
Selama dua hari, peserta mengevaluasi pelaksanaan sampling dan pengujian obat serta makanan sepanjang 2026. Pembahasan juga mencakup berbagai kendala yang dihadapi masing-masing UPT, termasuk penyusunan rencana sampling dan pengujian yang berkaitan dengan masing-masing kedeputian di lingkungan BPOM.
Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan kinerja pada 2027. Setiap UPT juga didorong menyampaikan persoalan di wilayah kerjanya agar strategi pengujian dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Regionalisasi laboratorium menjadi salah satu upaya BPOM mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas pengujian melalui kerja sama antarsatuan kerja. Koordinasi tersebut diharapkan memperkuat efektivitas pengujian sekaligus menjaga validitas dan keandalan hasil pemeriksaan.
Melalui kegiatan di Sofifi, tujuh UPT anggota Regional Manado menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pengujian secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan obat dan makanan guna memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: RRI Ternate




























Komentar