Halut – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) melakukan pembayaran kompensasi warga yang terdampak pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (KV) di wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) Abdul Haris, Rabu (28/10/2026), pihaknya akan segera membangun 577 tower (tiang) transmisi SUTT 150 kV yang membentang dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dari Sofifi, Kabupaten Halbar, Kabupaten Halut hingga ke Gardu induk PLN Maluku Utara yang dikelola melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG Ternate / ULTG Kayu Merah) terletak di Kota Ternate.
βDengan pembangunan SUTT tersebut, maka saat ini melakukan pembayaran tahap II untuk puluhanΒ warga dengan total nilai kompensasi akan dihitung berdasarkan pada hasil penilaian tim appraisal independen di lapangan,β katanya pula.
Ia mengatakan, dengan pembangunan SUTT tersebut, sebanyak ratusan warga di tiga wilayah, yaitu Sofifi, Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat yang akan terdampak. Namun pembayaran ganti rugi dilakukan nanti secara bertahap.
PLN akan membayar setiap warga yang lahan, rumah atau perkebunannya berada radius 20 meter dari jalur kabel SUTT.
βUntuk tahap I sudah selesai, sekarang masuk tahap ke II yang lokasinya berada pada Jalur SUTT dari Kota Sofifi, ke Kabupaten Halut dan Kabupaten Halbar, sehingga mereka harus mendapat ganti rugi sesuai bidang tanah yang dimiliki,β ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan Kementerian ESDM besaran ganti rugi untuk tanah dan bangunan dihitung 15 persen dari harga pasar dikalikan luas tanah.
Sedangkan untuk tanaman, pihaknya mengganti 100 persen sesuai dengan nilai tanaman karena nantinya semua tanaman di bawah SUTT radius 20 meter harus ditebang.
βUntuk penilaian ganti rugi yang kami bayarkan dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),β ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan SUTT akan lebih memaksimalkan fungsi PLTU Sofifi di Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, dan PLTMG Ternate yang berada di Kayumerah Ternate serta PLTMG HalmaheraΒ di Mamuya, Galela, Halmahera Utara, yang sudah beroperasi sejak lama.
Selama ini listrik dari Sofifi, Jailolo dan Tobelo disalurkan ke beberapa kota dan kabupaten dengan tiang listrik yang kecil ukuran 20 KV, sehingga riskan mendapat gangguan seperti gangguan cuaca buruk maupun tertimpa pohon roboh.
Dengan adanya SUTT, maka listrik dari PLTMG akan ditransfer ke Gardu Induk di Sofifi, Jailolo, Malifut dan Tobelo, kemudian dari gardu induk tersebut barulah listrik disalurkan kepada warga di wilayah perkotaan maupun di pedesaan.
βPembangunan SUTT maka meminimalisir gangguan penyaluran listrik dari PLTMG karena kalau menggunakan tiang ukuran 20 KV, rawan terkena pohon roboh yang menyebabkan kami harus melakukan pemadaman pada rumah warga,β ujarnya pula.
Jalur SUTT 150 kV GI Sofifi β GI Jailolo (Halmahera Barat): Dibangun sebanyak 175 tower dengan rute transmisi sepanjang Β±66,4 km untuk melayani kebutuhan listrik Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Barat.
Jalur Lanjutan ke Halmahera Utara: Bagian dari total proyek 577 tower tersebut juga mencakup interkoneksi ke wilayah utara, seperti jalur SUTT 150 kV Jailolo β Malifut serta infrastruktur SUTT di Halmahera Utara yang ditargetkan siap beroperasi pada akhir 2026.
Pihak PLN hingga kini hanya merilis data perkembangan pembebasan lahan per titik lokasi seperti :
Jalur Transmisi 150 kV GI Sofifi β GI Jailolo (Halbar): Berhasil membebaskan 174 dari 180 titik lahan.
Jalur Transmisi 150 kV GI Jailolo β GI Malifut β GI Tobelo (Halut): Berhasil membebaskan 192 dari 194 titik lahan.
Reporter: Nurni Abdullah




































Komentar