Karibia – Lebih dari 40 organisasi masyarakat sipil dan individu terkemuka dari seluruh Karibia mendesak para pemimpin regional untuk memberlakukan embargo senjata komprehensif terhadap Israel.
Dalam surat terbuka kepada Kepala Pemerintahan Komunitas Karibia (CARICOM), Sabtu (5/7/2025) kelompok-kelompok tersebut menyerukan tindakan tegas, termasuk embargo militer penuh, menghentikan pengiriman senjata, dan menangguhkan hubungan diplomatik, olahraga, dan budaya dengan “negara nakal” Israel.
Di antara tuntutan utama lainnya, para penandatangan mendesak para pemimpin untuk melarang penggunaan kapal berbendera CARICOM untuk mengangkut senjata atau barang serbaguna, dan penangguhan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.
Mereka juga meminta para pemimpin CARICOM untuk mendukung proses hukum terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), termasuk kasus genosida Afrika Selatan di pengadilan tinggi PBB.
Mereka juga mendesak partisipasi dalam pertemuan darurat Kelompok Den Haag mendatang di Bogotá, Kolombia, akhir bulan ini.
Seruan tersebut diajukan menjelang Pertemuan Kepala Pemerintahan CARICOM ke-49, yang akan berlangsung di Montego Bay, Jamaika, dari tanggal 6 hingga 8 Juli.
Dalam surat mereka, koalisi mengatakan meski banyak isu yang menjadi agenda pertemuan puncak tersebut, tindakan Israel menuntut perhatian mendesak dari negara-negara Karibia yang berkomitmen pada keadilan dan kemanusiaan.
Surat tersebut mencerminkan meningkatnya seruan internasional akan akuntabilitas atas tindakan Israel di Gaza dan mendesak pemerintah untuk mematuhi standar hukum internasional.
Kelompok masyarakat sipil Karibia mengatakan sejarah anti-kolonialisme dan solidaritas dengan masyarakat tertindas di wilayah tersebut menuntut hal yang tidak kurang dari itu.
Sumber: Presstv.ir












Komentar