Jalur Gaza – Gerakan perlawanan Palestina dari sayap bersenjata Jihad Islam telah mengumumkan telah menewaskan atau melukai sedikitnya 40 pasukan Israel selama penyergapan kompleks yang menargetkan berbagai kelompok pasukan di bagian Utara Jalur Gaza.
Pengumuman tersebut dibuat pada Jumat (4/7/2025) oleh salah satu komandan Brigade al-Quds, demikian nama sayap militer tersebut, seperti yang dilaporkan dari berbagai media berita perlawanan.
Pejabat tersebut menyebutkan lokasi operasi adalah lingkungan Shuja’iyyah di Kota Gaza.
Ia memuji serangan tersebut karena “sangat cocok dengan medan operasi,” dan memungkinkan para pejuang perlawanan untuk “mengendalikan musuh dan kendaraannya yang terus bergerak maju.”
Penyergapan tersebut termasuk menargetkan sebuah rumah, tempat sekitar 10 pasukan Israel telah membuat barikade, dengan peluru kendali.
Sekitar 20 pasukan lainnya juga diserang di dalam gedung lain dengan TBG (granat termobarik) yang menggunakan bahan peledak berupa gas, cairan, atau bubuk.
Serangan itu juga menampilkan peledakan ladang ranjau, yang berisi enam bahan peledak anti-tank, terhadap kendaraan penyerang.
‘Pasukan melarikan diri sambil berteriak’
Menurut komandan, “Dalam operasi khusus ini, prajurit musuh tidak memiliki kemampuan untuk mengambil inisiatif atau merespons.”
“Mereka hanya melarikan diri dan berteriak, dan nyaris tak melepaskan satu tembakan pun ke arah pejuang kami.”
‘Mayat hangus’
Penyergapan tersebut, imbuh komandan tersebut, diikuti oleh pemandangan “mayat-mayat Israel yang hangus” berserakan di seluruh wilayah tersebut.
Namun, musuh “berbohong untuk menyembunyikan kerugian di medan perang” dalam kasus ini juga, tambahnya.
Militer Israel sejauh ini mengakui hanya kehilangan dua prajurit, dan menambahkan bahwa delapan pasukan lainnya, termasuk prajurit dan perwira, juga terluka akibat serangan perlawanan.
Penyergapan itu terjadi sebagai bagian dari operasi pertahanan berkelanjutan para pejuang Palestina dalam menghadapi perang genosida Oktober 2023-sekarang oleh rezim Israel.
Rezim tersebut memulai perang setelah pejuang perlawanan Gaza menyusup jauh ke dalam wilayah Palestina yang diduduki, mengepung pangkalan-pangkalan strategis Israel dan menawan ratusan pemukim ilegal rezim tersebut.
Sumber: Presstv.ir












Komentar