Kadis Abubakar Pantau TKA, 21.773 Siswa Malut Tentukan Potret Mutu Pendidikan

Ternate – Sebanyak 21.773 siswa kelas XII SMA, SMK, SMALB, madrasah, dan SMA Kristen di Maluku Utara mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai Senin, 26 Oktober 2026. Pada hari pertama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara menemukan sejumlah kendala teknis, mulai dari keterlambatan tautan pengawasan hingga pengaturan komputer di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, meninjau pelaksanaan TKA melalui Pusat Dukungan dan Posko Tim Teknis serta Pendampingan Penyelia di SMK Negeri 2 Ternate. Ia didampingi Sekretaris Dikbud Sofyan dan Kepala Bidang Pembinaan SMK, Makmur.

Dalam peninjauan tersebut, Abubakar berdialog dengan tim teknis yang dipimpin Adrian untuk memeriksa kondisi jaringan, kesiapan perangkat, serta sistem pemantauan pelaksanaan ujian di sekolah-sekolah.

β€œAlhamdulillah, pelaksanaannya berjalan dengan baik. Ada beberapa kendala teknis yang kami temui hari ini dan mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan,” kata Abubakar.

Menurut dia, posko teknis menjadi pusat pemantauan pelaksanaan TKA di seluruh Maluku Utara. Sistem tersebut terhubung dengan sekolah-sekolah dan pusat, sekaligus mendukung pengawasan oleh perguruan tinggi yang mendapat penugasan sebagai penyelia.

Pengawasan itu juga membatasi keterlibatan pejabat daerah di ruang ujian. Abubakar mengatakan dirinya tidak diperkenankan masuk ke ruangan ketika TKA berlangsung. Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga independensi dan integritas pelaksanaan tes.

Adrian menjelaskan, salah satu kendala pada hari pertama berkaitan dengan keterlambatan tautan pengawasan yang dihasilkan melalui sistem nasional dari Pusat Asesmen Pendidikan. Kondisi itu berdampak pada waktu pelaksanaan pengawasan oleh penyelia.

Selain itu, tim menemukan beberapa pengaturan komputer yang belum sesuai. Namun, kendala tersebut telah ditangani sehingga pelaksanaan tes secara umum tetap berlangsung lancar.

β€œSecara umum, pelaksanaan tetap berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Beberapa pengaturan komputer yang belum pas juga sudah diselesaikan,” ujar Adrian.

Pelaksanaan TKA di Maluku Utara dibagi dalam dua gelombang dengan tiga sesi pada setiap gelombang. Pengaturan tersebut disesuaikan dengan kesiapan sarana pendukung, terutama ketersediaan komputer, agar seluruh peserta dapat mengikuti tes sesuai jadwal.

Menurut Abubakar, pembagian sesi menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekolah. Pemerintah daerah juga akan menjadikan kendala pada hari pertama sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar persoalan serupa dapat diminimalkan pada sesi berikutnya.

Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung bertahap, dengan peserta mengikuti sesi masing-masing sesuai pembagian yang telah ditentukan.

Abubakar mengingatkan para siswa agar menjaga kesehatan dan mengerahkan kemampuan terbaik selama mengikuti tes. Ia menegaskan bahwa TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik peserta secara individual, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk melihat gambaran mutu pendidikan di daerah.

Hasil TKA, kata dia, akan berkaitan dengan evaluasi capaian pendidikan, termasuk literasi dan numerasi. Pemerintah juga menaruh perhatian pada indikator akses pendidikan yang tercermin dalam rapor pendidikan.

β€œKarena sudah di lapangan, kami harapkan siswa-siswi menjaga kesehatan. Yang kedua, tampilkan kemampuan secara maksimal,” katanya.

Dikbud Maluku Utara berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar hingga seluruh gelombang dan sesi selesai. Namun, bagi Abubakar, tantangan berikutnya bukan semata-mata menuntaskan pelaksanaan tes, melainkan memastikan hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pendidikan di Maluku Utara.

Capaian tersebut nantinya akan memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik siswa sekaligus menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi aspek pendidikan yang masih perlu ditingkatkan.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar