Teheran – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Republik Islam tidak menargetkan negara-negara tetangganya, melainkan pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah Asia Barat.
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi al-Arabiya milik Arab Saudi pada Kamis (4/3/2026), Esmaeil Baghaei menekankan bahwa Iran telah terjebak dalam serangan ilegal oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.
Baghaei mengatakan bahwa langkah-langkah terbaru yang diambil Iran di kawasan itu semata-mata bertujuan untuk membela diri, seraya mencatat bahwa Iran tidak memiliki permusuhan atau kebencian terhadap negara-negara tetangga dan juga tidak berniat untuk menyerang negara-negara tersebut.
Ia menggarisbawahi bahwa Angkatan Bersenjata Iran secara tepat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut, dan menegaskan kembali bahwa Teheran mengulurkan tangan persahabatan kepada semua negara tetangga dan negara-negara Muslim.
Diplomat Iran tersebut menggambarkan perang AS-Israel yang sedang berlangsung di negara itu sebagai kejahatan besar dan agresi terbuka.
Menurutnya, pihak berwenang Iran sebelumnya telah memperingatkan akan adanya pembalasan yang tegas dan menyeluruh jika terjadi tindakan agresi terhadap Republik Islam.
Apa yang terjadi di kawasan ini dapat dijelaskan sebagai pembelaan diri Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional, tambahnya.
Baghaei memperingatkan bahwa agen Mossad Israel tampaknya berupaya melakukan tindakan sabotase di Arab Saudi dan tempat lain di kawasan itu dalam upaya untuk melibatkan Iran.
Ia menyatakan bahwa rezim Tel Aviv berupaya memprovokasi negara-negara regional untuk melawan Iran, dan menabur benih perpecahan dan perselisihan di antara mereka.
Baghaei juga menepis laporan tentang peran Iran dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco di wilayah Ras al-Tanurah yang kaya energi, dan menyebutnya sebagai operasi bendera palsu.
Mengomentari serangan kelompok perlawanan terhadap aset AS di kawasan tersebut dan situs-situs Israel di wilayah pendudukan, Baghaei menekankan bahwa kelompok-kelompok ini sangat marah atas pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei karena beliau bukan hanya tokoh politik yang sangat terkemuka tetapi juga sumber yurisprudensi bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Wajar jika mereka mengekspresikan kemarahan dan amarah mendalam mereka dalam berbagai bentuk, kata diplomat Iran itu.
Sumber: Presstv.ir











Komentar