Iran – Sebuah jet tempur serang multiperan F-15E Strike Eagle buatan Amerika berhasil menjadi sasaran dan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/3/2026), sayap hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengkonfirmasi bahwa jet tempur canggih tersebut telah ditembak jatuh.
Pernyataan itu menambahkan bahwa sistem pertahanan udara modern IRGC menargetkan jet tempur tersebut pada Rabu pagi di pinggiran perbatasan barat daya negara itu.
Beberapa media Israel sebelumnya telah melaporkan tentang jatuhnya jet tempur canggih Amerika di wilayah udara Iran.
Nasib pilot tersebut belum diketahui.
Hal ini terjadi di tengah berlanjutnya perang agresi Amerika-Israel terhadap Republik Islam Iran, yang telah menelan lebih dari 1.000 nyawa, sebagian besar warga sipil, hingga saat ini.
Operasi pembalasan Iran, di bawah bendera True Promise 4, telah menargetkan militer dan intelijen Israel jauh di dalam wilayah pendudukan serta pangkalan militer pendudukan Amerika yang tersebar di seluruh wilayah Asia Barat.
Pemerintah AS tetap bungkam mengenai jumlah korban tewas sebenarnya dari tentaranya dalam serangan Iran, meskipun pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, pada hari Rabu mengatakan lebih dari 500 tentara Amerika telah tewas dalam beberapa hari pertama perang yang dipaksakan tersebut.
Amerika Serikat, bersama dengan rezim Israel, melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada hari Sabtu, dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta beberapa komandan militer berpangkat tinggi.
Kepemimpinan Iran telah bersumpah untuk membalas dengan kekuatan penuh terhadap para agresor.
Sebelum jatuhnya jet tempur multiperan F-15E Strike Eagle, beberapa jet tempur AS lainnya juga ditembak jatuh di perbatasan dengan Kuwait awal pekan ini.
Sejumlah drone Hermes milik militer Israel juga telah ditembak jatuh dalam lima hari terakhir.
Sumber: Presstv.ir












Komentar