Forum Ekonomi Soroti Ketergantungan Pasokan Pangan dari Luar

Ternate – Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, menghadiri Kie Raha Economic Forum yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Jumat 27 Februari 2026.

Forum yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Sri Haryanti Hatari menyoroti tantangan inflasi daerah, khususnya pada komoditas volatile foods atau bahan pangan bergejolak. Ia menyebutkan, meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, tekanan inflasi pangan masih menjadi perhatian serius, terutama menjelang Ramadan 2026.

“Inflasi kita saat ini berada di angka 4,8 persen. Kita tidak boleh terus bergantung pada pasokan telur, beras, dan bawang dari Sulawesi maupun Jawa. Sebagai daerah kepulauan, risiko gangguan logistik akibat cuaca harus dimitigasi secara serius,” ujarnya.

Menurut Sri, ketahanan pangan tidak lagi sekadar program sektoral, melainkan telah menjadi prioritas strategis daerah. Karena itu, ia meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan agar bertransformasi dan memperkuat perannya.

Ia menegaskan, BUMD tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga harus menjadi stabilisator harga melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah.

Sri juga mendorong BUMD berani menjamin harga beli di tingkat petani di wilayah Halmahera, Tidore, hingga Kepulauan Sula, guna melindungi petani dari praktik tengkulak.

“Manfaatkan fasilitas cold storage dan gudang yang telah dibangun untuk memotong rantai distribusi yang panjang,” katanya.

Kegiatan Kie Raha Economic Forum turut diisi sesi diskusi menghadirkan Kepala Kantor BI Perwakilan Maluku Utara, perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Maluku Utara, serta Direktur Utama PT Food Station Tjipinang sebagai narasumber. Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Maluku Utara.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar