Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat menangani dampak gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara. Sejumlah prajurit langsung dikerahkan ke wilayah terdampak untuk membantu penanganan bencana.
Kapuspen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan personel dari Kodam XIII/Merdeka diterjunkan membantu pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak gempa di lapangan.
“Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan. Hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung,” kata Aulia mengutip dari Bakom RI, Kamis, 2 April 2026.
Di Kota Manado, satuan gabungan dari Korem 131/Santiago bersama Kodim 1309/Manado dikerahkan ke sejumlah titik terdampak. Mereka melakukan evakuasi korban serta membersihkan material bangunan yang rusak.
Personel juga membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Kegiatan difokuskan di beberapa lokasi, termasuk area sekitar Gedung GOR KONI Sario.
Sementara di Kota Bitung, pasukan dari Kodim 1310/Bitung dan Yonif TP 916/BS turut diterjunkan. Penanganan difokuskan pada rumah rusak berat serta imbauan kepada masyarakat di wilayah pesisir.
Petugas juga mengingatkan warga pascaterjadinya gelombang tsunami kecil di kawasan Lembeh dan Kasawari. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana susulan.
Di wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara, personel Kodim 1302/Minahasa juga diterjunkan. Mereka membantu warga sekaligus memantau situasi guna mengantisipasi kemungkinan gempa lanjutan.
Pangdam XIII/Merdeka Mirza Agus menegaskan kehadiran TNI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Ia memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terpadu.
“Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pascagempa. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu,” ujar Pangdam.
Selain itu, prajurit juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah serta informasi resmi dari BMKG.
Hingga saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal seiring berjalannya penanganan di lapangan.
TNI menyatakan akan terus hadir dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana. Komitmen ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat di Sulawesi Utara.
Sumber: KBRN/Bakom RI













Komentar