Tiga Maskapai Bersaing Ketat Rebut Angkutan-Haji Malut 2026

Ternate – Tiga maskapai nasional bersaing ketat dalam proses lelang angkutan udara penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk jemaah asal Provinsi Maluku Utara. Ketiganya telah mengikuti tahapan negosiasi awal bersama Tim Pelaksana Transportasi Haji Provinsi Maluku Utara yang digelar secara daring, Jumat 27 Februari 2026, di Muara Hotel Ternate.

Negosiasi tersebut dipimpin langsung oleh Asrul Gailea bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Muhammad Zaber Wahid, Alfian Wakatubun dari Dinas Perhubungan Maluku Utara, Kabag Agama Fadli U. Muhammad, serta didampingi tim Inspektorat guna memastikan transparansi dan akuntabilitas proses.

Adapun tiga maskapai yang mengikuti tahapan paparan yakni Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang mempresentasikan penawarannya, disusul Lion Air, dan terakhir Sriwijaya Air.

Masing-masing perwakilan maskapai menyatakan kesanggupan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia, baik persyaratan umum maupun khusus.

Syarat Umum dan Khusus

Ketua Tim Pelaksana Transportasi Haji Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, memaparkan sejumlah persyaratan layanan angkutan haji rute Bandara Sultan Babullah menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Syarat umum meliputi delapan poin utama, antara lain maskapai wajib memiliki kantor cabang di Kota Ternate, menyediakan pesawat Boeing 737-800NG, memiliki sertifikasi keselamatan dan asuransi penumpang, memenuhi kewajiban pajak, memiliki SOP keamanan, klaster pelayanan pesawat, serta tidak sedang dalam proses hukum.

Sementara syarat khusus mencakup penyediaan dua unit pesawat (satu operasional dan satu cadangan), kesanggupan mengangkut jemaah per kloter sesuai jadwal, pengangkutan air zamzam dari Makassar ke Ternate tanpa biaya tambahan, pemulangan jemaah wafat maupun jemaah tanazul secara gratis, layanan full meal, kapasitas bagasi sesuai ketentuan seat, hingga komitmen tidak mengundurkan diri setelah penetapan pemenang dengan konsekuensi sanksi dan denda.

General Manager Garuda Indonesia, Alam Rafly, menyampaikan bahwa sebagian besar persyaratan dapat dipenuhi. Namun, beberapa poin khusus seperti pengangkutan air zamzam gratis serta pemulangan jemaah wafat dari embarkasi Makassar ke Ternate masih perlu dikonsultasikan dengan kantor pusat.

“Akan disampaikan ke kantor pusat penawaran-penawaran yang disampaikan tim penyelenggara transportasi udara Haji Malut, kemudian disampaikan kembali,” ujar Alam.

Tantangan tersendiri bagi Garuda Indonesia adalah tidak lagi beroperasinya rute langsung Ternate–Makassar. Kondisi ini berbeda dengan Lion Air dan Sriwijaya Air yang saat ini masih melayani rute tersebut.

Sementara itu, Lion Air dan Sriwijaya Air menyatakan siap memenuhi seluruh persyaratan umum maupun khusus yang ditetapkan panitia, serta memberikan penawaran yang dinilai cukup kompetitif.

Asrul Gailea menegaskan seluruh maskapai memiliki peluang yang sama. Menurutnya, negosiasi awal telah memberikan gambaran teknis dan administratif sebelum masuk pada tahap negosiasi harga.

“Negosiasi awal ini kita sudah mendapatkan gambaran. Pekan depan sesuai jadwal akan masuk tahap negosiasi harga, dan hasilnya juga akan disampaikan kepada Ibu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Secara umum kita sudah dapat gambaran, dan kami juga sudah memberikan penawaran-penawaran yang dapat dipertimbangkan oleh maskapai,” kata Asrul.

Proses seleksi ini diharapkan menghasilkan maskapai terbaik yang mampu memberikan layanan aman, nyaman, dan efisien bagi calon jemaah haji asal Maluku Utara pada musim haji 1447 Hijriah mendatang.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar