Halbar – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Halmahera Barat terus memperkuat kapasitas kelompok tani melalui pelatihan literasi keuangan guna mendorong lahirnya usaha desa yang mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut digelar di rumah Kader Desa TEKAD, Desa Ulo, Kecamatan Jailolo, Kamis (23/7/2026).
Pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Literasi Keuangan” itu diikuti Unit Usaha Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Demplot TEKAD dengan materi utama pencatatan keuangan dan analisis bisnis. Para Fasilitator Kecamatan TEKAD Halmahera Barat bertindak sebagai narasumber.
Kelompok dampingan di Desa Ulo diketahui mengembangkan budidaya ubi kayu beserta produk olahannya, seperti sagu lempeng dan popeda. Karena itu, peserta dibekali kemampuan menyusun Buku Kas Harian, Laporan Laba Rugi, Neraca Sederhana, hingga menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual agar usaha yang dijalankan memiliki keuntungan yang terukur.
Salah seorang anggota kelompok, Lidiafani Dagang, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha.
“Selama ini kami hanya menjalankan usaha saja, kami belum mengerti HPP atau harga jual yang pas. Ternyata mencatat itu penting sekali. Dari kegiatan ini saya baru paham kalau pencatatan adalah kunci agar usaha kami tidak mati dan bisa berkembang,” ujarnya.
Fasilitator Kecamatan TEKAD Halmahera Barat, Safrudin Mandar, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mengubah pola pikir kelompok tani dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang mandiri.
“Melalui pembukuan yang baik, kelompok dapat memonitor aset secara akurat, mengambil keputusan bisnis yang tepat, dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di desa,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Program TEKAD Halmahera Barat, Amin Raden, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan bantuan yang diberikan berkembang menjadi unit usaha yang produktif.
“Kami ingin memastikan setiap bantuan stimulus tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi tumbuh menjadi unit usaha yang kuat. Dengan fondasi literasi keuangan yang baik, kelompok dampingan diharapkan mampu bersaing dan naik kelas,” ujar Amin.
Menurutnya, Program TEKAD tidak hanya memberikan dukungan berupa demplot pertanian, tetapi juga membekali kelompok tani dengan kemampuan manajerial agar mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan bagi Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Desa Tauro yang mengembangkan budidaya cabai rawit.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program TEKAD Halmahera Barat berupaya membangun ekosistem kewirausahaan pertanian di berbagai komoditas unggulan desa melalui penguatan kemampuan produksi sekaligus tata kelola keuangan usaha.
Reporter: Pres

































Komentar