Halbar — Pelatihan dengan tema “Temu Lapang” bersama kelompok tani penerima manfaat Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) digelar di kebun kelompok tani KPB Demplot Gamsungi, Desa Gamsungi, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara (Malut), Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.46 hingga 12.30 WIT tersebut berfokus pada penguatan kapasitas petani dalam budidaya kacang tanah, terutama terkait penggunaan pupuk dan bibit.
Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur Fasilitator Kabupaten (Faskab) TEKAD bidang Tata Kelola, Fasilitator Kecamatan, Kader Desa TEKAD, Penyuluh Pertanian, penyedia pelatihan, serta kelompok tani penerima manfaat.
KPB Demplot Gamsungi mendapatkan dukungan anggaran Program TEKAD sebesar Rp100 juta untuk pengembangan usaha budidaya kacang tanah.
Ketua Demonstrasi Plot (Demplot) Gamsungi, Margareta Panawa, mengatakan bantuan tersebut memberikan manfaat bagi petani dalam mengembangkan usaha pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian kelompok.
“Bantuan anggaran sebesar Rp100 juta ini sangat membantu kami selaku petani kacang dalam pengembangan usaha pertanian,” kata Margareta.
Sementara itu, Faskab TEKAD bidang Tata Kelola, Anton Ilyas, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola bantuan yang telah diberikan melalui Program TEKAD.
Menurut dia, bantuan anggaran harus dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa.
“Bantuan anggaran dari Program TEKAD diharapkan dapat dimaksimalkan agar perekonomian masyarakat membantu pertumbuhan di desa,” ujar Anton.
Dalam kegiatan tersebut, Marten Marau yang bertindak sebagai narasumber memberikan materi mengenai penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, khususnya pada budidaya kacang tanah.
Marten yang juga merupakan Staf Khusus Bupati Halmahera Barat itu menekankan bahwa penggunaan pupuk secara tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil panen.
“Pelatihan ini bukan sekadar seremonial. Penggunaan pupuk pada praktiknya, jika dimanfaatkan secara baik, maka hasil tanaman dan panen akan sangat baik,” katanya.
Selain bantuan anggaran sebesar Rp100 juta kepada kelompok tani, Program TEKAD di wilayah Sahu Timur juga memberikan dukungan sarana berupa kendaraan roda tiga jenis Viar. Kendaraan tersebut diperuntukkan menunjang akses dan aktivitas kelompok tani dalam menjalankan usaha pertanian.
Melalui kegiatan Temu Lapang tersebut, kelompok tani diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mengoptimalkan bantuan Program TEKAD, serta meningkatkan produktivitas budidaya kacang tanah sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Gamsungi.
Reporter: Pres































Komentar