Ternate – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, mengajak para pengawas dan guru madrasah di Maluku Utara untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kearifan lokal.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan pada Rapat Koordinasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus Launching Buku Kurikulum Berbasis Cinta Teori dan Praktik, di Muara Hotel Ternate, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Mengawali arahannya, Amien Suyitno mengapresiasi keberhasilan Kanwil Kemenag Maluku Utara dalam mengawal Program PHTC tahun 2025. Sebanyak 51 madrasah penerima bantuan program PHTC berhasil menyelesaikan program tepat waktu.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan program nasional yang pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kearifan lokal masing-masing daerah. KBC bukan sekadar pendekatan pembelajaran, melainkan upaya mengembalikan pendidikan pada hakikat dan ruh utamanya.
Program nasional Kurikulum Berbasis Cinta harus dijalankan juga dengan mengikuti kearifan lokal. Substansi KBC adalah mengembalikan ruh pendidikan ke asal-usulnya, yaitu nilai-nilai spiritualnya. KBC bisa disebut juga the soul of curriculum, jiwa atau fondasi utama dari kurikulum-kurikulum modern yang kita gunakan saat ini,” ucap Dirjen Pendis.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi dan pencapaian akademik, tetapi juga oleh ketulusan dan kecintaan seorang guru dalam mendidik. Guru madrasah diharapkan memiliki passion dan komitmen pengabdian, serta mampu menghadirkan kasih sayang kepada peserta didik sebagaimana mendidik anak sendiri.
Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter, akhlak, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kebangsaan, kecintaan terhadap alam, sikap toleran, dan karakter berlandaskan kasih sayang.
Pada kesempatan tersebut, Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara menyerahkan buku Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik_ kepada madrasah. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif para guru madrasah di Maluku Utara sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan praktik baik dalam mendukung implementasi KBC.
Kehadirannya diharapkan menjadi referensi sekaligus panduan bagi pendidik dalam menerjemahkan nilai-nilai cinta ke dalam proses pembelajaran yang kontekstual.
Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Dirjen Pendis yang telah memberikan pembinaan secara langsung kepada para pengawas dan guru madrasah. Menurutnya, arahan tersebut menjadi penguatan penting dalam membangun pemahaman dan kesamaan persepsi mengenai implementasi KBC di lingkungan madrasah Maluku Utara.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui praktik pendidikan yang lebih humanis, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Usai kegiatan, Dirjen Pendis bersama rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau MTs Negeri 1 Kota Ternate untuk melihat secara langsung kondisi dan penyelenggaraan pendidikan madrasah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, Rektor IAIN Ternate, Kepala Biro IAIN Ternate, Kepala Bidang Pendidikan Islam, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Maluku Utara, Ketua Tim Kerja Pendidikan Islam, pejabat Eselon IV Kemenag kabupaten/kota, serta para pengawas dan guru madrasah se-Kota Ternate.
Sumber: RRI Ternate




































Komentar