Halbar — Laporan kasus dugaan asusila balita berusia 4 tahun, dengan terlapor inisial R, tak lain orang tua asuh, perlahan-lahan mulai terendus adanya dugaan sengaja direkayasa oleh pelapor inisial RN, yang notabenenya orang tua kandung balita tersebut. Hal itu terungkap setelah Aman Mahmud, Kakek dari balita sekaligus ayah dari pelapor, memberi keterangan bantahan dihadapan penyidik Unit PP Polres Halmahera Barat (Halbar) saat diperiksa sebagai saksi.
Aman Mahmud, menegaskan bahwa tuduhan RN terhadap R dalam kasus asusila tersebut merupakan fitnah semata, sehingga ia meminta pada penyidik Polres Halbar agar dihentikan penyelidikan atas kasus tersebut atau mediasi penyelesaiannya secara kekeluargaan.
“Saya yakin ini hanya fitnah anak saya sebagai pelapor, sehingga itu harus diluruskan, karena anak saya ini sepertinya ada rasa dendam pribadi pada mantu saya (terlapor,red), yang merupakan suami dari kakaknya pelapor itu sendiri,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Dihadapan penyidik Polres Halbar lanjutnya, dirinya telah membantah seluruh tuduhan yang disampaikan pelapor ke penyidik lantaran merasa keterangan itu sangat kental penuh kejanggalan.
“Jadi balita ini merupakan anak asuhnya mantu saya, dan selama berada digengaman mereka, tidak pernah terjadi masalah, namun saya kaget saat dapat informasi bahwa anak saya (pelapor), telah membuat laporan terhadap mantu saya di polres dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anaknya, saya merasa ini fitnah paling keji,” tandasnya.
Aman pun menduga bahwa laporan kasus tersebut sengaja direkayasa oleh pelapor gegara R dan istrinya mengembalikan anak asuh ke orang tua kandung, yang besar kemungkinan tidak diterima RN lantas menaruh rasa dendam sehingga nekat fitnah R.
“Saya merasa janggal dan berkesimpulan kasus ini hanya fitnah balas dendam, karena anak saya (pelapor) ini buat laporan katanya korban mengeluh rasa sakit saat setelah iparnya (menantu) mengembalikan anak itu ke orang tuanya (pelapor), padahal yang sesungguhnya adalah waktu mengantarkan anak asuh tersebut pulang dalam keadaan aman, ternyata lebih dari sebulan baru anak menjerit rasa sakit di bagian kemaluan,” ungkapnya.
“Bahkan, terlapor yang mendengar kabar ini langsung mendesak istrinya untuk membawa ke rumah sakit, jadi memang sangat tidak masuk akal kalau dia (pelapor) bilang anak alami pelecehan seksual, kan satu bulan kemudian baru anak itu mengeluh,” sambungnya.
Kakek balita 4 tahun ini pun meminta penyidik agar melakukan penyelidikan secara profesional dan tidak terpancing dengan keterangan pelapor, sebab dirinya lebih memahami sifat pelapor yang pandai mengarang cerita alias kerap fitnah.
“Dia itu anak saya, jadi saya tau karakternya. Ini anak pandai mengarang cerita fitnah, saya minta agar semuanya harus di periksa termasuk adik ipar dari pelapor yang bernama J,” tandasnya.
Aman juga mengaku bahwa desakan ini memiliki alasan kuat, sebab sewaktu dirinya mendampingi almarhumah isitrinya yang lagi berobat di Manado, balita 4 tahun itu tinggal di rumah bersama adik ipar pelapor inisial J.
“Saya bukannya bela terlapor, tetapi saya hanya ingin anak saya (pelapor) tidak menjadi orang yang ambisi dengan mengarang fitnah demi kepentingan pribadi,” gerahnya.
Soal video balita 4 tahun yang tersebar dengan menyebut nama terlapor lebih lanjut dikatakan Aman, sangat mungkin upaya desakan dari pelapor sendiri, karena video terbaru dari balita tersebut yang mengaku telah di intimidasi oleh pelapor.
“Sebagai orang tua dari pelapor dan terlapor dan juga sebagai kakek dari balita, tentu saya meminta publik maupun lembaga lembaga organisasi yang telah merespon masalah ini di media segera dihentikan, karena ini soal nama baik keluarga yang di cederai oleh anak saya (pelapor), saya berharap jangan lagi mempekeruh suasana hati kami sekeluarga,” pintanya.
Ia pun berharap agar Polres Halbar segera menghentikan kasus ini dan siap untuk bertanggungjawab.
“Sekali lagi, saya berharap Polres Halbar hentikan kasus ini. Saya bertanggung jawab, saya sangat bermohon pada pak Kapolres, agar kembalikan masalah ini ke keluarga untuk dicari solusinya,” tutupnya.
Reporter: TB













Komentar