Jumlah Korban Tewas Akibat Agresi AS-Israel Terhadap Iran Capai 1.200 Jiwa

Teheran – Setidaknya 1.230 orang, sebagian besar warga sipil, telah gugur sebagai martir dalam agresi Amerika-Israel yang sedang berlangsung terhadap Revolusi Islam.

Yayasan Martir dan Urusan Veteran, sebuah badan yang berafiliasi dengan pemerintah, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (5/3/2926) mengumumkan bahwa setidaknya 1230 orang telah gugur sebagai martir sejak hari Sabtu ketika AS, bersama dengan rezim Israel, melancarkan agresi terhadap Iran.

Serangan terkoordinasi tersebut sebagian besar menargetkan daerah sipil di Teheran dan kota-kota lainnya.

Dalam gelombang serangan pertama, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer berpangkat tinggi gugur sebagai syuhada pada hari Sabtu.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Iran telah mengadakan upacara pemakaman untuk ratusan korban di ibu kota Teheran dan kota-kota lain di berbagai wilayah negara itu.

Dalam lima hari terakhir, AS dan Israel telah menyerang target sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan permukiman penduduk.

Iran telah merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke sasaran-sasaran jauh di dalam wilayah pendudukan serta ke pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh wilayah tersebut.

Serangan AS-Israel terhadap rumah sakit di Teheran, termasuk Rumah Sakit Gandhi yang terkenal, sangat membahayakan nyawa bayi baru lahir dan menghancurkan pusat IVF khusus.
Para pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya Iran merupakan “pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan.”

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak punya pilihan lain selain membela diri dalam menghadapi serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu malam melalui akun X-nya dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada para pemimpin regional, menekankan penghormatan Iran terhadap kedaulatan negara mereka.


Sumber: Presstv.ir

nama-iklan

Komentar