Halbar – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, kembali menyampaikan program pangan murah kepada masyarakat, kali ini di Desa Sidangoli Gam, Kabupaten Halmahera Barat, Selasa 3 Maret 2026. Program ini melekat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dengan 1000 paket sembako yang dijual
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Momentum hari besar keagamaan sering disiarkan dengan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, intervensi melalui gerakan pangan murah dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan harga terjangkau.
Program ini merupakan salah satu agenda prioritas Gubernur Sherly bersama Wakil Gubernur, Sarbin Sehe, dalam mengendalikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Melalui skema tersebut, masyarakat dapat membeli satu paket kebutuhan pokok seharga Rp50.000 yang terdiri dari beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi. Sejak kegiatan dimulai, masyarakat meadati lokasi penjualan dengan tertib. Transaksi berlangsung lancar hingga kegiatan berakhir. Warga tampak puas membawa pulang paket sembako yang dinilai sangat membantu di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan.
Selain penyaluran pangan murah, pemerintah provinsi juga menyerahkan bantuan sosial berupa dua kursi roda dan lima tongkat bantu jalan bagi warga yang membutuhkan.
Pemprov Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly–Sarbin terus berupaya mengendalikan rantai pasok pangan melalui program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Gerakan Pangan Murah tidak hanya menghadirkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Gerakan pangan murah ini sehari sebelumnya telah dilaksanakan di Sofifi, sebanyak 1.300 paket telah ludes terjual. Program yang sama juga akan dilakukan di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, hingga Pulau Taliabu. Dengan gerakan ini, Gubernur Sherly mengantisipasi terjadinya lonjak harga sembako jelang Idul Fitri.
Sumber: RRI Ternate


































Komentar