Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2025 Maluku Utara mengalami inflasi sebesar 0,27 persen secara bulanan (month to month). Sementara secara tahunan (year on year), Maluku Utara mengalami inflasi sebesar 2,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen 110,19 persen.
“Inflasi tahunan di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 1,40 persen dengan IHK sebesar 109,48. Dan di Kota Ternate sebesar 2,14 persen dengan IHK sebesar 110,34,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, Selasa (1/7/2025).
Inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada 7 kelompok pengeluaran. Yaitu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,17 persen.
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,08 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,73 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,27 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,53 persen; serta kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan adalah bahan bakar rumah tangga; emas perhiasan; kontrak rumah. Selanjutnya, ikan malalugis/ ikan sorihi; cabai rawit; kangkung; ikan bakar dan sejumlah komoditas lainnya,” kata Simon.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan adalah ikan malalugis/ikan sorihi; angkutan udara; dan ikan cakalang/ ikan sisik. Ada pula ikan tuna; bawang merah; ikan lolosi; beras; kangkung; bahan bakar rumah tangga; buah naga dan lainnya.
Sumber: RRI Ternate











Komentar