Halbar — Kelompok penerima manfaat Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Desa Ngawet, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), berhasil melakukan panen perdana ubi jalar varietas lokal dengan hasil mencapai 1,5 ton.
Panen tersebut berlangsung pada Kamis (10/9/2026) di lahan demplot seluas satu hektare. Kegiatan dilakukan di tengah kondisi musim kemarau panjang dan keterbatasan air akibat cuaca panas ekstrem.
Panen perdana itu dihadiri Fasilitator Program TEKAD Kecamatan Ibu Selatan Herliwanti Rebut, Kader Desa Barce Salu, kelompok penerima manfaat, serta Kepala Desa Ngawet Robert Salu, S.Pd.K.
Fasilitator Program TEKAD Kecamatan Ibu Selatan, Herliwanti Rebut, mengatakan Desa Ngawet menerima bantuan dana demplot sebesar Rp100 juta pada 2025.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan alat, bahan, bibit, pupuk, pembangunan rumah kebun, serta rumah produksi untuk mengolah ubi jalar menjadi produk turunan.
“Melalui bantuan ini kami memfasilitasi mulai pada tahapan pembuatan kebun sampai panen dan menyiapkan pembeli,” ujar Herliwanti pada siaran pers yang di terima, Jumat, (11/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan panen perdana tidak hanya menjadi sumber pangan bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa.
Ia menilai kelompok demplot menunjukkan kemauan untuk belajar, bekerja sama, serta menjaga kepercayaan dalam menjalankan program.
“Kami melihat kelompok demplot mau belajar, saling membantu dan saling menjaga kepercayaan sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sendiri,” katanya.
Program TEKAD yang didorong Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia tersebut bertujuan mendukung pemulihan dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa. Program ini memberikan dukungan berupa dana demplot, pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Ngawet Robert Salu dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan melalui program tersebut.
Ia mengatakan pemerintah desa mendukung kegiatan demplot, termasuk pengembangan produk olahan berupa keripik ubi jalar dari hasil pertanian masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penerima Manfaat Demplot Program TEKAD, Nikson Ilo, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi banyak keluarga di Desa Ngawet.
“Kami akan berkebun menghadirkan rutinitas dan mempererat hubungan kekeluargaan antara warga serta memperkuat pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Panen perdana ubi jalar dengan hasil 1,5 ton tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan usaha pertanian dan produk olahan berbasis komoditas lokal di Desa Ngawet.
Reporter: Pres































Komentar