Malam natal seharusnya ku isi dengan doa
namun, malam itu gelap menelan terang
di lingkari duri, manusuk dalam diam
aku hanya anak kecil,
namun dunia lebih dulu
mengajariku luka
tangan tulus itu datang
menarikku dari jerat duri,
menyapa lembut
“aku belum hilang dari harapan”
di sana seragam yang seharusnya
melindungi dan mengadili,
menjadi bayang asing
kebenaran ditimbang
dengan harga yang takku pahami
yang salah tetap bebas, yang menolong nyaris terjerat
aku bertanya dalam diam, apa itu keadilan?
apakah hanya cerita, yang di ajarkan di sekolah?
Dan Engkau, Tuhan…
masih adakah di malam retak itu
atau aku terlalu kecil
untuk melihat-Mu?
jika ini takdir, kugenggam harapan
kiranya duri itu runtuh
hingga kupeluk kembali terang.
Penulis Puisi: Bri.gith










Komentar