Sofifi – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memastikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, akan dituntaskan secara bertahap hingga tahun 2028.
Komitmen tersebut disampaikan Sherly kepada wartawan di Sofifi, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, percepatan pembangunan konektivitas jalan tetap menjadi prioritas pemerintah provinsi meskipun Maluku Utara harus menerima pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp800 miliar.
Sherly menegaskan, komitmen pemerintah provinsi bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk menghadirkan akses jalan dan jembatan yang layak bagi masyarakat tidak dapat dikompromikan.
“Kami tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Anggaran yang ada akan diefisienkan untuk memastikan program tersebut tetap berjalan,” ujarnya.
Khusus di wilayah Loloda Utara, kondisi akses jalan menuju ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Tobelo, hingga kini masih memprihatinkan. Padahal, masalah tersebut telah berlangsung puluhan tahun.
Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah antara lain ruas Ngidiho–Lapi dan Lapi–Darume. Kedua ruas tersebut merupakan jalur penting mobilitas masyarakat setempat.
Sherly mengatakan, pada tahun 2026 pemerintah provinsi mulai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di wilayah tersebut sepanjang sekitar 8 hingga 10 kilometer.
“Masuk ruas Lapi–Daruma, Darume–Ngidiho, masing-masing ada yang delapan kilometer dan ada yang sepuluh kilometer. Tahun 2027 sampai 2028 sudah selesai. Semua jalan yang saya ceritakan di media sosial itu ditargetkan rampung di 2027–2028,” kata Sherly.
Menurutnya, pembangunan konektivitas jalan memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.
Dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat dapat lebih mudah menjual hasil pertanian ke kota atau pasar yang lebih besar. Selain itu, mobilitas masyarakat juga akan meningkat sehingga aktivitas ekonomi di daerah bisa berkembang.
Setelah perbaikan jalan eksisting selesai melalui pembangunan jalan lapis penetrasi atau lapen, pemerintah provinsi juga berencana membuka sejumlah ruas jalan baru untuk memperluas konektivitas antarwilayah.
“Nanti 2028 sampai 2029 kita buka ruas baru lagi, seperti Saketa–Gane, Gane Luar dan Gane Dalam,” ujarnya.
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini berharap pembangunan infrastruktur jalan ini dapat membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah terpencil serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah tersebut.
Sumber: RRI Ternate

































Komentar