Jakarta – Nilai tukar rupiah berada di Rp16.986 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan posisi perdagangan Senin 30 Maret 2026. Rupiah melemah 0,03 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan pada Jumat, 27 Maret 2026.
Saat itu, kurs rupiah ditutup pada posisi Rp16.975 per dolar AS (Amerika Serikat). “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS,” kata analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.
Rupiah terus melemah di tengah sentimen yang memburuk dan harga minyak mentah dunia yang masih terus naik. Sedangkan indeks dolar AS terpantau terus naik, di mana pada Senin 30 Maret 2026 sudah menembus level 101,19.
“Para investor sekarang memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga,” ucap Lukman. Menurut dia, bank sentral AS lebih memanfaatkan peluang untuk menaikkan suku bunga tahun ini daripada memangkasnya.
“Jika rupiah mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali melakukan intervensi,” katanya. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.950-Rp17.050 per dolar AS.
Sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI mulai menerapkan instrumen baru untuk operasi moneter. Yakni transaksi repo dalam valas denganunderlying Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI).
Sumber: KBRN













Komentar