Halbar — Di tengah tantangan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan, sekelompok pemuda di Halmahera Barat memilih jalan berbeda: kembali ke tanah, mengolah lahan, dan menanam harapan. Mereka yang tergabung dalam kelompok tani Jagung Manis mengusung semangat bertajuk “Menanam untuk Melawan” sebagai simbol perlawanan terhadap pengangguran dan ketergantungan ekonomi.
Gerakan ini bukan sekadar aktivitas bertani biasa, tetapi menjadi bentuk kesadaran kolektif anak muda untuk mandiri dan produktif. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, para pemuda ini menanam jagung manis sebagai komoditas unggulan yang dinilai cepat panen dan memiliki nilai jual yang menjanjikan.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, proses penanaman jagung manis diluas lahan satu hektare ini melibatkan Fasilitator Kabupaten (Faskab) TEKAD Halbar bagian Tata Kelola, Anton Ilyas, Fasilitas Kecamatan (FK) TEKAD, Noven Kaisa dan Badrun Thalib, bersama Kader Desa (KD) TEKAD, Adrianus Makasiahe. Selain itu, turut hadir Sekretaris GAMKI Halbar, Risnal Ray dan Pendamping Desa, Ade Putra Rabo.
Salah satu anggota kelompok, Tiklas Babua menyampaikan bahwa bertani hari ini harus dilihat sebagai peluang, bukan pilihan terakhir. “Kami ingin mengubah cara pandang. Bertani itu keren, menghasilkan, dan bisa menjadi sumber masa depan. Ini bukan pekerjaan yang harus dihindari,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Melalui gerakan “Menanam untuk Melawan”, para pemuda juga ingin mengajak generasi muda lainnya di Halmahera Barat untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Mereka menilai, potensi alam yang melimpah di daerah ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi sendiri, bukan hanya bergantung pada pihak luar.
Selain meningkatkan ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan kerja sama antar pemuda. Mereka saling berbagi pengetahuan, tenaga, dan semangat untuk membangun pertanian yang berkelanjutan.
“Ajakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya, bahwa masa depan tidak selalu harus dicari jauh dari kampung halaman. Dari tanah sendiri, dari benih yang ditanam dengan tekun, masa depan bisa tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, para pemuda Halbar membuktikan bahwa bertani bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga tentang membangun harapan dan melawan keterbatasan.
Reporter: Abd Jalil Idrus













Komentar