Pasien Meninggal, Layanan Kesehatan di Subaim-Haltim Sangat Buruk

Haltim – Pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur kembali menjadi perhatian publik. Perhatian tersebut muncul, setelah seorang pasien dilaporkan meninggal dunia, yang diduga berkaitan dengan keterlambatan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi saat pasien tiba di fasilitas kesehatan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan segera dari tenaga medis. Namun, berdasarkan keterangan keluarga, saat itu tidak terdapat dokter, kepala puskesmas, maupun petugas medis yang dapat memberikan tindakan cepat.

Keluarga pasien, Samiun Rety, menyampaikan bahwa mereka telah menunggu cukup lama sejak pasien tiba di lokasi tersebut pada Jumat 27 Maret 2026 malam. Ia mengatakan bahwa pasien datang sekitar pukul 19.00 WIT dan belum mendapatkan penanganan hingga menjelang tengah malam.

“Pasien sudah dalam kondisi kritis, tapi tidak ada dokter, Kepala PKM maupun kepala ruangan. Kami menunggu sejak pukul 19.00 sampai sekitar pukul 23.50 WIT,” ujar Samiun, Sabtu 28 Maret 2026.

Dalam situasi tersebut, keluarga kemudian berinisiatif mencari solusi dengan meminjam ambulans dari PKM Dodaga untuk keperluan rujukan pasien. Langkah tersebut diambil karena ambulans di PKM Subaim tidak tersedia saat kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan segera.

Pihak puskesmas disebut sempat merencanakan rujukan ke rumah sakit di Tobelo untuk penanganan lebih lanjut terhadap pasien. Namun rencana tersebut mengalami kendala karena kapasitas pelayanan di rumah sakit tujuan dilaporkan dalam kondisi penuh.

Setelah menunggu tanpa kepastian, rujukan akhirnya dialihkan menuju rumah sakit di Ternate untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang diperlukan. Perjalanan rujukan tersebut dilakukan menggunakan ambulans yang dipinjam dari fasilitas kesehatan lain di wilayah sekitar.

Namun dalam perjalanan menuju Ternate, pasien dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu 28 Maret 2026, sekitar pukul 02.50 dini hari di Desa Sondo-Sondo. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka oleh pihak keluarga setelah kejadian tersebut berlangsung pada malam hari.

Keluarga pasien menyampaikan bahwa rangkaian kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan terkait pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak puskesmas. Mereka juga menilai bahwa keterlambatan penanganan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

“Kalau sejak awal ditangani dengan cepat, mungkin hasilnya berbeda. Ini yang kami duga ada kelalaian serius,” kata Samiun.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PKM Subaim maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Keluarga pasien juga meminta adanya investigasi menyeluruh untuk memastikan prosedur pelayanan telah dijalankan sesuai ketentuan berlaku.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar