Pascagempa Sulut-Malut, Sultan Tidore Sampaikan Duka yang Mendalam

Tidore – Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, menyampaikan duka mendalam atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026. Bencana tersebut mengakibatkan ratusan bangunan mengalami kerusakan di sejumlah daerah terdampak.

Mantan Anggota DPD RI ini mengungkapkan rasa empati dan solidaritas kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana.

“Dari tanah Moloku Kie Raha, duka berlabuh di hati kita. Bumi diguncang, namun jiwa takkan runtuh seteguh karang, setabah leluhur. Atas nama Kesultanan Tidore, saya menyampaikan belasungkawa sedalam samudra,” ujar Husain Alting Sjah dalam ungkapan duka yang dikutip dari media rri.co.id, pada Kamis 2 April 2026.

Gempa yang berpusat di wilayah tenggara Bitung itu turut dirasakan kuat di berbagai daerah di Maluku Utara. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku Utara hingga pukul 17.00 WIT, kerusakan bangunan dilaporkan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut di Maluku Utara.

Kepala BPBD Maluku Utara menyampaikan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan secara bertahap di lapangan untuk memastikan dampak keseluruhan.

“Sebagian besar kerusakan yang terjadi adalah kategori ringan hingga sedang, namun terdapat juga sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat. Tim masih melakukan assessment lanjutan untuk memastikan data yang lebih akurat,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama tim terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar