Ternate — Seruan menjaga perdamaian kembali digaungkan di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dikendalikan. Sekretaris Daerah Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Maluku Utara (Malut), Rino Lamo, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu bernuansa SARA yang berpotensi memecah persatuan, Sabtu (4/4/2026).
Dalam pernyataannya, Rino menegaskan bahwa media sosial saat ini menjadi ruang yang sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi menyesatkan, hoaks, hingga ujaran kebencian. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum sharing. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian daerah ini,” tegas Rino.
Ia juga mengingatkan bahwa Maluku Utara bukanlah daerah yang lahir dari perpecahan, melainkan dari sejarah panjang perjuangan bersama yang dibangun di atas nilai persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas lintas suku dan agama. Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga sebagai identitas kolektif masyarakat Maluku Utara.
“Maluku Utara berdiri karena perjuangan bersama. Jangan biarkan isu-isu SARA merusak fondasi persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” lanjutnya.
Selain itu, Rino Lamo yang juga merupakan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Kepolisian Daerah Maluku Utara untuk tetap berada dalam kondisi siaga satu sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi konflik sosial yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ia menilai langkah preventif sangat penting guna memastikan stabilitas keamanan daerah tetap terjaga, terutama di tengah situasi yang rentan dipicu oleh provokasi di ruang digital.
“Kami mendesak Polda Maluku Utara agar tetap siaga penuh, memperkuat patroli, serta melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah potensi konflik sejak dini,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Rino kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan di Maluku Utara.
“Damai itu tanggung jawab kita bersama. Mari jaga Maluku Utara sebagai rumah bersama yang aman, rukun, dan harmonis,” tutupnya.
Reporter: Tiklas Babua













Komentar