Ternate – Situasi konflik sosial yang terus berulang di wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Tengah kembali menuai sorotan. Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Maluku Utara, Sahrul N. Manan, angkat bicara terkait kondisi daerah yang dinilai semakin rentan terhadap gesekan antar masyarakat.
Sahrul menegaskan bahwa konflik yang terjadi bukan sekadar persoalan lokal, tetapi telah menyentuh nilai fundamental kehidupan masyarakat Maluku Utara, yakni persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
“Ini bukan hanya konflik biasa. Ini soal bagaimana kita menjaga nilai persaudaraan di Maluku Utara. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan merusak tatanan sosial yang selama ini kita bangun bersama,” tegas Sahrul dalam keterangan persnya, Jumat (3/4/2026).
LMND Maluku Utara secara terbuka mengkritik sikap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang dinilai kurang responsif terhadap situasi yang berkembang. Dalam kondisi daerah yang memanas, kepala daerah dianggap seharusnya hadir secara nyata di tengah masyarakat, bukan terkesan pasif.
“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa gubernur lebih fokus pada pencitraan di media sosial daripada turun langsung menyelesaikan konflik. Ini bukan soal popularitas, melainkan tanggung jawab moral dan politik dalam menjaga kedamaian daerah,” lanjut Sahrul.
Menurutnya, peran pemerintah sangat krusial dalam meredam konflik, terutama di daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi seperti Maluku Utara. Ia mendesak agar gubernur segera mengambil langkah konkret, termasuk memfasilitasi dialog terbuka antara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda di wilayah terdampak.
“Kami menilai gubernur terlalu cuek terhadap konflik yang terjadi hari ini. Di saat masyarakat membutuhkan kehadiran pemimpin, justru yang terlihat adalah fokus berlebihan pada aktivitas di media sosial. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.
LMND menegaskan bahwa kehadiran pemimpin, baik secara langsung di lapangan maupun melalui kebijakan yang tegas, merupakan kunci utama dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih besar serta membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, LMND Maluku Utara memberikan apresiasi kepada Kapolda Maluku Utara beserta seluruh aparat keamanan yang dinilai telah bekerja keras dalam mengendalikan situasi di lapangan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda dan seluruh jajaran keamanan yang telah berupaya maksimal menjaga stabilitas dan mencegah konflik meluas. Ini kerja nyata yang patut dihargai,” kata Sahrul.
Menutup pernyataannya, LMND mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga pemuda, untuk bersama-sama menahan diri dan menjaga keharmonisan di tengah situasi yang sensitif.
“Maluku Utara tidak boleh terus-menerus berada dalam bayang-bayang konflik. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kedamaian. Mari baku perduli dan baku sayang.” pungkasnya.
Reporter: Tiklas Babua













Komentar