Ambon – Kapal Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata-331 milik Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI-AL) rampung melaksanakan Latihan Bersama Kakadu 2026 di Australia dan kini bersandar di Dermaga Tawiri, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas saat menyambut KRI REM-331 di Ambon, Sabtu (4/4/2026), mengatakan Latma Kakadu 2026 merupakan latihan rutin antara TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas serta kerja sama taktis kedua angkatan laut.
“Latihan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pertahanan maritim,” ujarnya.
Pelaksanaan latihan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek operasi militer laut, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan koordinasi dalam menghadapi berbagai skenario ancaman di kawasan maritim.
“Pelaksanaan latihan ini sebagai bagian dari pemeliharaan dan peningkatan kesiapan tempur prajurit serta sistem persenjataan kapal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut,” katanya.
Ia menambahkan keikutsertaan KRI Raden Eddy Martadinata-331 dalam Latma Kakadu 2026 juga menjadi sarana strategis untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan profesionalisme prajurit.
Latma Kakadu merupakan latihan maritim multinasional yang diselenggarakan secara berkala oleh Australia dan melibatkan sejumlah negara sahabat.
Dalam latihan ini, unsur TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) berlatih bersama dalam berbagai skenario, mulai dari peperangan laut, penegakan hukum di laut, hingga operasi kemanusiaan.
KRI Raden Eddy Martadinata-331 merupakan salah satu unsur Satuan Kapal Eskorta Koarmada II yang memiliki kemampuan tempur modern.
Kapal ini termasuk dalam kelas Martadinata (SIGMA 10514) yang dilengkapi sistem persenjataan canggih, seperti meriam utama kaliber 76 mm, rudal anti kapal, serta sistem pertahanan udara.
Selain itu, kapal ini juga didukung radar dan sistem sensor modern, serta mampu mengoperasikan helikopter guna mendukung operasi pengawasan dan peperangan anti kapal selam.
Dengan kemampuan tersebut, KRI Raden Eddy Martadinata-331 menjadi salah satu tulang punggung kekuatan TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.
Kehadiran kapal ini di Ambon setelah menyelesaikan misi internasional diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional unsur laut di wilayah timur Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan.
Sumber: Antara













Komentar