Tel Aviv – Kementerian kesehatan Israel mengatakan bahwa lebih dari 120 pemukim terluka dalam serangan balasan Iran selama 24 jam terakhir.
Menurut kantor berita Al-Ahad, mengutip pernyataan dari kementerian pada Senin (16/3/2026), setidaknya 124 pemukim terluka setelah angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sasaran militer Israel.
Kementerian Israel juga menyatakan bahwa setidaknya 1.369 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sejak pasukan Iran mulai melancarkan serangan balasan terhadap Israel pada akhir Februari.
Angka korban terbaru dirilis di tengah hampir totalnya pembatasan pemberitaan oleh Israel terhadap liputan media mengenai kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal dan drone Iran yang dahsyat.
Kabinet Israel telah mengumumkan langkah-langkah sensor khusus yang membatasi laporan tentang kerusakan yang disebabkan oleh serangan Iran, yang menurut para pejabat rezim dapat mengungkap kerentanan dalam infrastruktur militer Israel.
Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dalam tindakan agresi tanpa provokasi, membunuh Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan menargetkan berbagai lokasi di seluruh negeri, termasuk sekolah, rumah sakit, dan kompleks olahraga.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke sasaran di dalam wilayah pendudukan Israel serta ke pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh wilayah tersebut.
Ratusan warga sipil, termasuk sejumlah besar wanita dan anak-anak, telah gugur sejak pasukan AS dan Israel mulai membombardir kota-kota di Iran.
Para ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengecam keras perang AS-Israel yang sedang berlangsung melawan Iran sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataan bersama, para ahli menekankan bahwa serangan tersebut ilegal menurut hukum internasional dan merupakan tindakan agresi.
Sumber: Presstv.ir




































Komentar