GMKI Cabang Jailolo Serukan Perdamaian dan Bangun Persaudaraan

Halbar — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jailolo menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk isu SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat di Maluku Utara. Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua Cabang GMKI Jailolo, Frangky Makagansa, sebagai respons atas dinamika sosial yang berkembang belakangan ini.

Dalam keterangannya, Frangky Makagansa menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki akar filosofi kultural yang kuat, yang menjunjung tinggi nilai persatuan, perdamaian, dan solidaritas antarwarga, meskipun hidup di tengah keberagaman agama dan suku. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Persaudaraan adalah ikatan kasih sayang, solidaritas, dan kesatuan hati antar manusia yang melampaui perbedaan fisik, suku, maupun ras. Ini adalah nilai dasar yang harus terus kita jaga,” ungkap Frangky, Jumat (3/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa perdamaian tidak menuntut keseragaman. Sebaliknya, perbedaan harus dilihat sebagai kekayaan yang memperkuat kehidupan bersama.

“Berdamai bukan berarti kita harus menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana kita belajar untuk menghormati dan menerima perbedaan tersebut. Mari kita fokus pada kesamaan dan kebaikan yang bisa kita lakukan bersama,” lanjutnya.

GMKI Cabang Jailolo secara tegas menolak narasi berbasis SARA yang dinilai hanya akan menimbulkan kebencian dan perpecahan di tengah masyarakat. Organisasi ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup damai dan harmonis tanpa diskriminasi.

Lebih jauh, GMKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi yang sehat dengan mengedepankan dialog yang terbuka, berbicara dengan hati, serta mendengarkan dengan empati.

“Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi agen perubahan, menciptakan lingkungan yang damai, serta memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat,” tutup Frangky.

GMKI Cabang Jailolo juga menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan memperkuat kohesi sosial di Maluku Utara melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dan dialog lintas iman.


Reporter: Tiklas Babua

nama-iklan

Komentar