Halbar – Gempa bumi magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026. Guncangan terjadi pada pukul 18:35 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di koordinat 1.47 LU dan 126.35 BT. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa permukaan 132 kilometer barat laut. Kedalamannya tercatat 132 kilometer di bawah permukaan.
BMKG menyebut informasi awal ini mengutamakan kecepatan penyampaian. Karena itu, data masih dapat berubah sesuai pembaruan hasil analisis.
Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa. Informasi lanjutan masih ditunggu dari pihak berwenang setempat.
Sebelumnya gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung (Sulut) terdeteksi pada kedalaman 33 kilometer.
Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan intensitas II-III MMI.
BMKG sebelumnya menetapkan status siaga tsunami di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada di wilayah lain di Sulawesi Utara.
Berdasarkan pemantauan alat ukur muka air laut, gelombang tsunami sempat terdeteksi dengan ketinggian bervariasi antara lain di Halmahera Barat sekitar 0,3 meter dan Bitung sekitar 0,2 meter.
Selain itu gelombang juga terpantau di sejumlah titik lain seperti Sidangoli, Minahasa Utara, dan Belang, dengan ketinggian kurang dari satu meter. Hingga pukul 09.59 WIB, BMKG mencatat sebanyak 40 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sumber: BMKG/RRI













Komentar