Erupsi Gunung Dukono, Brimob Polda Malut Evakuasi 17 Pendaki

Halut — Satuan Brimob Polda Maluku Utara bergerak cepat melakukan operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi puluhan pendaki yang terjebak akibat erupsi besar Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026).

Erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai 10.000 meter di atas puncak gunung. Saat letusan terjadi, terdapat 20 pendaki berada di sekitar kawasan kawah, terdiri dari 9 warga negara asing (WNA) asal Singapura dan 11 warga negara Indonesia (WNI).

Dansat Brimob Polda Malut, Kombes Pol Handri Wira Suriyana, mengatakan pihaknya menerjunkan 36 personel ke lokasi untuk melakukan proses penyelamatan. Tim terdiri dari 30 personel utama dan 6 personel pendukung, termasuk tim kesehatan dan operator drone.

“Di tengah hujan abu vulkanik dan ancaman material erupsi, Tim SAR Brimob tetap bergerak demi satu tujuan, menyelamatkan seluruh pendaki yang terjebak di Gunung Dukono,” ujar Handri di lokasi evakuasi.

Operasi evakuasi dilakukan bersama TNI, Basarnas, dan relawan. Tim gabungan harus menempuh medan berat sejauh sekitar 7 kilometer dengan berjalan kaki selama tiga jam menuju lokasi para pendaki.

Hingga Jumat sore, sebanyak 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari 7 WNA asal Singapura dan 10 WNI. Seluruh korban selamat kemudian dibawa ke RSUD Tobelo menggunakan kendaraan khusus (Ransus) Tata SAR Brimob dan armada Basarnas.

Sementara itu, tiga pendaki lainnya yang terdiri dari 2 WNA dan 1 WNI masih berada di radius rawan erupsi dan belum berhasil dievakuasi.

Menurut Handri, proses evakuasi sementara dihentikan karena kondisi medan yang berbahaya serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi.

“Keselamatan korban menjadi prioritas utama, namun keselamatan personel evakuasi juga harus diperhitungkan. Operasi akan kami lanjutkan kembali pada Sabtu pagi,” katanya.

Saat ini Tim SAR Brimob Polda Malut masih bersiaga di Posko SAR Terpadu Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo. Tim juga akan mengoptimalkan penggunaan drone pemantau suhu panas dan visual untuk membantu pencarian tiga pendaki yang belum ditemukan.

Masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah Gunung Dukono sesuai rekomendasi pihak berwenang guna menghindari potensi bahaya susulan akibat aktivitas vulkanik.


Reporter: Pres

nama-iklan

Komentar