Ternate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate menyiapkan armada kapal untuk mengantisipasi penumpang pada musim mudik Idulfitri 2026 di Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 18 kapal feri dialokasikan untuk melayani berbagai lintasan penyeberangan yang tersebar di wilayah kepulauan Maluku Utara.
General Manager PT ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, mengatakan armada yang disiapkan terdiri dari 13 kapal milik ASDP dan 5 kapal milik perusahaan swasta yakni PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Seluruh kapal tersebut akan melayani 25 lintasan penyeberangan mulai dari wilayah Pulau Morotai hingga Pulau Taliabu.
Puncak Arus Mudik Diprediksi 17–19 Maret
ASDP memperkirakan prospek penumpang kapal feri pada musim mudik tahun ini akan terjadi pada pertengahan Maret. Pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat di hampir seluruh jalur penyeberangan yang ada di Maluku Utara.
Menurut Mushar, puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 17 hingga 19 Maret 2026. Meski hanya lintasan Ternate–Bitung yang masuk kategori lintasan pantauan nasional, ASDP tetap memfokuskan pelayanan secara menyeluruh pada seluruh titik penyeberangan di wilayah provinsi tersebut.

Arus Balik Diperkirakan Mulai 22 Maret
Setelah periode mudik, ASDP juga telah memprediksi waktu terjadinya gangguan arus balik penumpang. Pergerakan masyarakat yang kembali ke kota asal diperkirakan berlangsung beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.
Mushar menyebutkan arus balik diprediksi terjadi pada 22 hingga 24 Maret 2026. Untuk mencegah kepadatan, kehancuran juga melakukan uji coba pola operasional khusus di lintasan Pelabuhan Bastiong–Sofifi dengan layanan penyeberangan selama 24 jam nonstop, meskipun uji coba tersebut hanya dilakukan pada hari ini saja.
Trayek Lokal Bacan–Makian Jadi Rute Terpadat
Selain lintasan utama, sejumlah trayek lokal juga mengalami peningkatan signifikan jumlah penumpang menjelang Lebaran. Beberapa rute bahkan menjadi titik kepadatan tertinggi selama periode mudik tahun ini.
Mushar menjelaskan trayek menuju wilayah Bacan, Moti, Kayoa, dan Makian tercatat sebagai jalur dengan penumpang terbanyak. Kepadatan tertinggi terjadi pada 16 Maret 2026, salah satunya pada pelayaran menuju Makian yang dilayani kapal KMP Gorango.
ASDP Tambah Kapal untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang
Untuk mengurai kepadatan di trayek tertentu, ASDP mengambil langkah dengan menambah armada yang beroperasi. Kebijakan ini dilakukan agar pelayanan tetap berjalan lancar dan penumpang tidak menumpuk di pelabuhan.
Sebelumnya, rute menuju Makian dilayani oleh kapal KMP Lompa. Namun menjelang Lebaran, ASDP menambah kapal KMP Gorango guna meningkatkan kapasitas angkut penumpang pada lintasan tersebut.
Puncak Mudik Trayek Lokal Diprediksi Lebih Cepat
ASDP juga memprediksi puncak arus mudik pada sejumlah trayek lokal terjadi lebih awal dibandingkan lintasan lainnya. Hal ini mempengaruhi jadwal pelayaran yang tidak setiap hari tersedia.
Mushar menjelaskan untuk lintasan Bacan, Moti, Kayoa, dan Makian, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada awal pekan. Ia menilai pada jadwal pelayaran berikutnya yang berlangsung pada Rabu besok, kemungkinan besar jumlah penumpang sudah mulai berkurang karena sebagian besar masyarakat telah lebih dulu melakukan perjalanan menjelang Lebaran.
Sumber: RRI Ternate













Komentar